Bernas.Id – Ketimpangan si kaya dan si miskin di Indonesia masih sangat jauh. Angka kemiskinan masih tinggi terutama yang tinggal di desa. Presiden Jokowi pun menyadari hal tersebut, saat diwawancarai mengenai tiga tahun kepemimpinannya. Itulah mengapa beliau akan lebih menggalakkan program Bumdesa dengan menggelontorkan dana 1 miliar rupiah per-desa agar dapat membuka lapangan pekerjaan dan menyejahterakan masyarakat desa.
Jumlah desa di Indonesia saat ini, menurut data Departemen Dalam Negeri sekitar 74.000 dengan penduduk kurang lebih 102 juta jiwa. Ini sebuah potensi yang sangat besar untuk dapat menggerakan perekonomian Negara.
Kebangkitan perekonomian China tidak dimulai dari kota besar, melainkan dari sebuah desa kecil di perbatasan kota. Shenzen, desa nelayan yang kini menjadi pusat industri di China.
Indonesia punya potensi yang besar untuk bertumbuh pesat secara perekonomian, dengan menjadikan desa sebagai motor penggeraknya. Jika satu desa menghasikan satu produk unggulan, yang berpotensi menghasilkan income yang besar, maka akan ada 74.000 produk unggulan. Jika terealisasi, yang ada justru produk desa mengepung kota.
Jika mendirikan satu perusahaan di setiap desa, maka akan terbentuk 74.000 perusahaan yang akan membuka lapangan pekerjaan cukup luas. Dengan potensi sumber daya manusia yang ada di desa, sangat memungkinkan diwujudkan. Ditambah lagi potensi alam serta kearifan lokal yang dimiliki oleh setiap desa, bisa mendatangkan devisa Negara dari sisi pariwisata.
Selain desa, sektor industri usaha mikro kecil menengah juga dapat menjadi motor penggerak perekonomian negara. Kekayaan menjadi merata, tidak hanya dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar. Potensi pemasukan dari sisi pajak pun akan lebih besar, karena tidak bertumpu pada perusahaan-perusahaan besar.
Contoh saja Singapura, negara yang lebih kecil dari Indonesia, tapi peringkat kekayaannya lebih tinggi dari Indonesia, masuk 10 besar negara terkaya di dunia. Ini tidak lain karena sektor UMKM yang berjalan. 99% UMKM mengontribusi pengusaha di Singapura.
Butuh peran besar dari kita semua untuk mewujudkannya. Tidak menutup mata bahwa promosi adalah salah satu faktor penting untuk mengembangkan sebuah usaha. Tanpa promosi yang efektif dan efisien, sebuah usaha tidak akan berkembang maju. Potensi desa tidak akan dikenal jika pemasarannya tidak berjalan. UMKM tidak akan bertumbuh besar jika promosinya kurang.
Bernas grup dengan program Bernas grow menyediakan sebuah wadah, untuk pengembangan desa dan UMKM melalui portal media Bernas.id. Dengan lebih dari satu juta pengunjung per-bulannya, merupakan potensi besar untuk mengenalkan dan memasarkan desa juga UMKM ke dunia luar.
Dengan desa dan UMKM sebagai motor penggerak perekonomian, akan membawa Indonesia menjadi Negara maju yang akan diperhitungkan oleh dunia.
