Bernas.id – Rasanya tak bisa dibayangkan bila dunia ini tanpa ada perempuan. Mungkin akan sepi, dan akan cepat berakhir. Karena tanpa perempuan, tak akan ada pertumbuhan. Tak akan lahir generasi baru.
Perempuan dengan segala sifat kewanitaannya, telah membuat banyak sejarah. Keinginan utamanya untuk selalu cantik sepanjang hidupnya membuat banyak penemuan yang membuat dunia ini begitu semarak. Dari gincu yang dulunya begitu sederhana, sekarang telah jadi produk yang wajib dimiliki para perempuan di mana saja. Rasanya hampir tak ada perempuan masa kini yang tak membawa pemulas bibir itu kemanapun.
Mungkin dokter spesialis kulit juga tak akan selaris sekarang andai mereka tak punya pasien perempuan dengan seribu keinginannya menjadi cantik dan sempurna. Begitupun dokter gigi yang laris manis memutihkan, membuat gigi kelinci, kawat gigi, protese dan sebagainya untuk kecantikan.
Satu hal yang paling ditakuti perempuan bukan lagi meja bedah operasi, melainkan menjadi tua, keriput dan tak menarik lagi. Itulah kenapa mereka sibuk merawat segala miliknya dengan perawatan terbaik dengan biaya yang tak main-main juga. Itu juga jadi alasan kenapa perempuan mencari lelaki yang kaya.
Lihatlah bagaimana klinik-klinik kecantikan bermunculan di mana saja. Dari yang lokal hingga dari negara lain. Cobalah masuk dan lihatlah, hampir 98% pengunjungnya adalah perempuan. Memang tidak 100% memang, karena ada pula lelaki yang datang dengan masalah yang memang masalah, seperti luka bakar, pengobatan psoriasis dan yang paling ringan adalah jerawat yang membandel.
Perempuan sibuk menjaga keremajaan kulitnya. Mengatasnamakan demi apapun, sebenarnya tak diperlukan selain demi keinginannya sendiri. Mereka berharap segera dipinang sang kekasih bagi yang masih gadis, berharap suaminya tidak melirik perempuan lain. Dan yang enggan diakui adalah berharap pujian dari siapapun. Bukankah kebanyakan perempuan memang suka dirayu dan dipuji?
Menjadi tua itu suatu kepastian. Tak akan ada yang mampu menahannya. Berupaya mempertahankan kecantikan memang tak salah, namun kecantikan lain harusnya juga diupayakan. Kecantikan batin utamanya.
Batin yang cantik penuh dengan rasa 'ingat?. Dengan rasa ingat itulah, dia akan dipenuhi rasa syukur. Mensyukuri setiap apa yang didapat dan di setiap keadaan, itulah sebenarnya cara mempertahankan kecantikan yang sejati. Siapapun yang di dekatnya akan merasa nyaman, merasa tenang. Lelaki manapun tak akan meninggalkan kenyamanan yang sudah dia miliki.
Menjadi tua itu suatu kenikmatan. Tak perlu ditakuti apalagi disesali, karena setiap zaman punya jejak khusus yang tak kan tergantikan. Melihat perubahan, tak perlu harus khawatir karena memang pasti terjadi.
Menjadi tua bisa dimaknai sebagai pengingat untuk banyak hal. Bahwa kita akan menjadi lebih lambat, melemah dan juga berkurang segala fungsi tubuh yang lain. Penglihatan kita, pendengaran kita, langkah kaki kita, juga daya ingat kita.
Namun menjadi tua tak harus identik dengan sakit dan ketidakberdayaan. Tak harus juga merasa akan kesepian, dilupakan dan ditinggalkan. Semua bisa dipersiapkan sejak muda dengan membiasakan pola hidup sehat, baik makanan dan tentu saja pintar mengolah pikiran. Terus bergerak baik fisik ataupun otak dengan vitaminnya rajin membaca atau belajar. Tetaplah menjaga pergaulan dengan teman-teman sebaya ataupun siapapun yang anda kenal agar tak merasa kesepian. Tentunya harus tahu juga batas kemampuannya sendiri. Maka Insya Allah masa tua akan tetap penuh semangat dan menyenangkan.
Dengan tetap bersemangat melakukan kebaikan, maka kesehatan akan terus bersama kita.
