Bernas.id ? Sudah bertahun-tahun konflik di Afganistan berlangsung. Namun konflik tersebut gagal menamatkan riwayat Taliban. Tudingan kalau Taliban mendapat bantuan dari pihak luar pun dilayangkan. Menurut Brigjen Afganistan Mohammad Naser Hedayat, Rusia adalah alasan mengapa Taliban masih bisa bertahan hingga sekarang.
?Banyak negara besar yang terlibat dalam perang di Afganistan. Kami bisa menyebutkan Rusia, yang ikut campur secara aktif di Farah. Dan kami juga sudah menyita senjata buatan Rusia, termasuk keker sniper untuk penglihatan malam,? kata Hedayat seperti yang dilansir oleh The Guardian.
Tuduhan tersebut dibuat oleh Hedayat di saat konflik di Provinsi Farah masih berlangsung. Dalam konflik yang sudah berlangsung selama beberapa minggu ini, Taliban nyaris menguasai ibukota provinsi tersebut untuk ketiga kalinya dalam tahun ini.
Otoritas Afganistan dan negara Barat sendiri sudah lama menaruh kecurigaan pada Rusia terkait keterlibatannya dalam konflik di Afganistan. Tahun lalu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengakui kalau pihaknya melakukan pertukaran informasi intelijen dengan Taliban untuk membantu memerangi ISIS di Afganistan. Namun Rusia masih belum mengakui apakah pihaknya juga memasok persenjataan kepada Taliban.
Sementara itu menurut Qari Abdul Wadood yang berposisi sebagai kepala polisi di distrik Baharak, komandan pasukan milisi yang beroperasi di Afganistan utara menerima hampir seribu pucuk senjata api buatan Rusia. Ia kemudian memperingatkan bahwa sebagian di antara mereka mungkin turut menggunakan senjata tersebut untuk melakukan tindakan kriminal
Di pihak yang berseberangan, klaim kalau Rusia memasok senjata untuk Taliban ditanggapi secara skeptis. ?Senjata macam apa yang kita bicarakan? Jika kita bicara soal (senapan) Kalashnikov atau pelontar granat, persenjataan macam itu bisa datang dari mana saja,? kata pakar Alexei Malashenko.
Namun Malashenko tetap tidak menutup kemungkinan kalau Rusia menjalin kontak dengan elemen-elemen tertentu dalam Taliban. ?Ada beberapa tipe Taliban, dan ada sebagian di antara mereka yang berperang melawan ISIS. Jadi kenapa kita tidak bicara dengan mereka? Tanpa Taliban, negara Afganistan tidak akan bertahan,? pungkasnya.
