Bernas.id ? India acap kali dianggap sebagai negara paling berbahaya untuk kaum wanita. Banyaknya kasus pemerkosaan di negeri Anak Benua tersebut menjadi penyebab utamanya. Bahkan tidak sedikit dari kasus-kasus pemerkosaan tersebut yang berujung naas dan diikuti dengan hilangnya nyawa korban.
Hal tersebut menyita keprihatinan tersendiri dari Paras Batra. Dengan dibantu oleh teman-temannya, insinyur asal Delhi tersebut lantas menciptakan sebuah alat khusus untuk membuat kaum wanita merasa lebih aman. Alat tersebut adalah sebuah kalung bernama Safer. Nama tersebut diambil dari bahasa Inggris yang bermakna ?lebih aman?.
Safer sendiri terdiri dari sebuah kalung dengan liontin besar berbentuk silinder. Di liontin tersebut, terdapat semacam mesin kecil yang menggunakan baterai sebagai sumber tenaga utamanya. Mesin yang sama juga hanya menghabiskan sedikit energi.
Jika pemakai Safer merasa kalau dirinya sedang berada dalam bahaya, ia hanya perlu menekan tombol yang ada di bagian liontin. Kalung tersebut kemudian akan mengirimkan panggilan dan informasi mengenai lokasi pemakai kalung ke telepon genggam teman-teman sang pemakai kalung.
Safer juga dilengkapi dengan aplikasi tambahan untuk dipasang di telepon genggam. Melalui aplikasi ini, sang pemakai bisa mengetahui lokasi rumah sakit dan kantor polisi terdekat untuk menerima pertolongan yang ia butuhkan.
Batra menjelaskan kalau ide untuk menciptakan Safer berawal dari keinginannya untuk membalas kebaikan pemerintah yang sudah bersedia menanggung biaya pendidikannya. Begitu dirinya lulus dari universitas di tahun 2015, ia bersama teman-temannya kemudian bekerja sama untuk menciptakan Safer.
Namun keberadaan Safer sendiri bukanlah tanpa kendala. Dengan harga jual senilai 500 ribu rupiah per unitnya, Safer menjadi benda yang cukup sulit dimiliki oleh golongan kurang mampu. Sejumlah wanita India juga bersikap pesimis dengan mengklaim kalau polisi India sendiri bersikap kurang serius dalam menangani masalah pelecehan seksual.
Batra sendiri ke depannya memiliki rencana untuk menekan biaya produksi Safer supaya harga jual kalung ini bisa semakin murah dan semakin mudah dimiliki oleh setiap orang. Menurut pengakuannya seperti yang dikutip oleh Channel News Asia, perusahaannya sudah berhasil menjual 500 unit Safer setiap minggunya.
