Bernas.id ? Insiden penembakan di sekolah bukan cuma terjadi di AS. Di Kenya, setidaknya 6 orang tewas dan 18 lainnya mengalami luka-luka akibat menjadi korban penembakan di sekolah menengah merangkap asrama Lokichoggio, Turkana.
Peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu (14/10/2017) pukul 4 dini hari waktu setempat.
Penembakan tersebut dilakukan oleh beberapa orang. Salah satu di antaranya diketahui bernama Abraham Lochor pernah bersekolah di Lokichoggio. Lochor dikabarkan nekat melakukan penembakan membabi buta akibat merasa sakit hati usai dikeluarkan oleh pihak sekolah dengan alasan melakukan tindakan indisipliner.
Insiden terjadi ketika murid-murid sekolah tersebut tidur di ruangan kelas. Saat mereka sedang terlelap itulah, Lochor dan 4 orang rekannya masuk ke dalam lingkungan sekolah setelah menembak petugas keamanan. Ia kemudian masuk ke dalam ruang kelas dan menembaki orang-orang di dalamnya.
Menurut salah seorang siswi yang bernama Christine Emuria, ia sempat mendengar suara tembakan dari arah pintu gerbang sekolah. Awalnya ia menganggap kalau tembakan tersebut dilakukan oleh petugas keamanan mengingat kawasan ini memang terkenal rawan disantroni pencuri.
Namun beberapa menit kemudian, suara tembakan yang ia dengar menjadi semakin keras sehingga Christine merasa ketakutan. Dua pelaku penembakan kemudian masuk ke dalam ruang kelas yang ia tempati dan melepaskan tembakan peringatan. Mereka juga sempat memperkosa dua siswi yang ada di kelas tersebut.
Peristiwa penembakan ini dilaporkan terjadi selama sekitar 3 jam hingga pukul 4 pagi. Menurut salah seorang murid yang lolos dari maut, polisi baru tiba di lokasi pada pukul 5 pagi. Lochor berhasil ditangkap oleh polisi di hari kejadian. Namun ia kemudian diseret paksa keluar kantor polisi oleh warga setempat dan dilempari batu hingga tewas.
Lochor sendiri diketahui bukan orang asli Kenya, melainkan orang Sudan Selatan. Rekam jejaknya terbilang cukup kelam karena sebelum pindah Kenya di tahun 2015, ia sempat menjadi anggota kelompok bersenjata SPLA. Lochor juga sempat dipenjara di Sudan Selatan karena merusak kendaraan milik SPLA.
