Bernas.id – Pasti pernah terlintas di benak kalian memikirkan pertanyaan ini. Banyak juga cerita “katanya-katanya” yang beredar tentang perempuan hamil tanpa melakukan hubungan seksual, misalnya di kolam renang yang sama dengan pria. Pertanyaanya, apakah benar wanita dapat hamil tanpa melakukan hubungan seks vaginal?
Ya, perempuan memang bisa hamil tanpa melalui seks penetrasi vagina, TAPI ada tapinya…
Sebelum pertanyaan tersebut terjawab, sebaikan diluruskan terlebih dahulu. Memang ada kemungkinan kecil bahwa wanita dapat hamil tanpa melakukan penetrasi ke vagina, tetapi tidak semudah itu. Tidak hanya sekedar berenang bersama dengan lelaki kemudian bisa hamil.
Pada umumnya cara paling umum untuk hamil adah ketika penis ejakulasi di saluran vagina tanpa dibatasi pengaman atau penggunaan alat kontrasepsi. Ejakulasi sendiri mengeluarkan air mani yang mengandung sperma, kemudian sperma akan bergerak naik melalui leher ramin yang akan masuh ke uterus. Apabila di saluran tuba falopi terdapat telur maka sperma dapat membuahinya dan setelah telur dibuahi maka telur akan menempel pada uterus, baru seseorang dikatakan hamil.
Dari penjelasan tersebut, bagaimana caranya bisa hamil tanpa ejakulasi di dalam vagina? Kalau ingin mendapat jawaban yang jelas maka kita harus paham dulu soal sistem reproduksi manusia.
Pertama ayo pahami dulu soal sperma, sel reproduksi pria yang jumlahnya bisa mencapai 20 juta sel dalam 1 mililiter air mani.
Ya, dalam 1 ml air mani dapat mencapai 20 juta sperma bagi pria subur. Di bawah jumlah itu terhitung semen dengan jumlah sperma rendah. Namun meski begitu tetap berpotensi menyebabkan kehamilan jika masuk ke dalam vagina.
Cairan praejakulasi mengandung sperma namun jumlahnya jauh lebih sedikit. Walaupun demikian, jarak antara praejakulasi dan ejakulasi sesungguhnya sangat kecil dan keduanya sering bercampur sehingga akhirnya cairan yang keluar tetap mengandung sperma yang berpotensi dapat membuahi telur jika berhasil masuk ke vagina.
Tidak mustahil bagi sperma untuk masuk ke dalam vagina jika berada dekat dengan vulva atau lubang vagina.
Sperma dirancang oleh Sang Pencipta mampu bergerak menaiki saluran vagina dan menemukan sel telur. Jadi wajar kalau sperma bisa bergerak dari sekitar vulva ke dalam vagina jika berada cukup dekat dengan lubang vagina. Semakin banyak air mani yang berada di dekat vulva, semakin besar peluang adanya sperma yang masuk ke dalam vagina.
Perlu diingat ya, sperma itu hanya bisa membuahi sel telur melalui vagina. Tentu saja sperma tidak akan bisa membuahi dari pori-pori kulit, atau lubang lainnya bahkan diminum sekali pun. Kecuali lubang anus jika sperma yang keluar luber dan berada cukup dekat dengan lubang vagina.
Nah, ini yang kamu harus tahu: sperma memang bisa bertahan hidup selama beberapa menit, TAPI gak di sembarang lingkungan lho…
Belum ada yang mengetahui secara pasti masa hidup sperma, namun para ilmuwan tahu bahwa sperma dapat bertahan selama beberapa menit di udara bebas. Itu pun tergantung dengan tempat sperma itu jatuh. Jika air mani berisi sperma jatuh di daerah-daerah alami seperti kulit selangkangan atau belahan pantat, maka kesempatannya untuk bertahan hidup sedikit lebih lama.
Tetapi jika sperma itu jatuh di lantai, air dingin apalagi yang jumlahnya besar seperti kolam dan sebagainya kemungkinan sperma akan cepat mati. Nah, apabila sperma sudah masuk ke dalam saluran vagina, baru masa hidupnya bisa mencapai selama lima hari. Jadi, tidak semudah itu menyebar melalui air di kolam atau bahkan melalui udara.
Setelah kamu mengerti soal sperma, baru kamu perlu tahu cara-cara hamil tanpa melakukan seks penetrasi vagina ini.
Nah, tadi setelah kamu mengetahui soal sistem reproduksi dan sifat sperma, sekarang tinggal ulas hal apa saja yang memungkinkan untuk hamil tanpa dengan melakukan seks vagina. Oh iya, hal ini juga masih dengan catatan ya: kehamilan dapat terjadi pada wanita yang sedang dalam masa subur dan tidak menggunakan alat kontrasepsi apa pun.
Seorang wanita bisa hamil jika ada yang ejakulasi di atas atau di dekat vulva-nya.
Walaupun tidak melakukan ejakulasi namun jika sang pria melakukan ejakulasi di atas atau di dekat vulva sang wanita, maka akan ada peluang terjadinya kehamilan. Jadi walaupun hanya gesek-gesek di luar vagina tetapi air mani tumpah di atas mulut vagina maka ada kemungkinan bagi sperma teroles atau bahkan bergerak masuk ke dalam saluran vagina.
Sperma juga bisa menembus kain lho, namun kemungkinan untuk mengalami kehamilan relatif kecil jika ada pembatas pakaian di antara kedua belah pihak.
Ada peluang hamil jika ada sisa air mani segar di jari, atau benda apa pun yang digosokkan di bibir vagina atau dimasukkan ke dalam vagina.
Air mani yang menempel di jari tangan atau benda lain dan masih tergolong segar (baru keluar) juga berpotensi menyebabkan kehamilan jika digesekkan atau dimasukkan ke dalam vagina.
Sebagai contoh tanpa mencuci tangan kemudian tangan langsung menyentuh vagina atau menggunakan alat bantu seks yang telah terkena ejakulasi segar, hal tersebut dapat berpotensi menyebabkan kehamilan walaupun tidak benar-benar melakukan hubungan seks penetrasi penis ke vagina.
Kehamilan bisa terjadi jika melakukan seks anal tanpa pengaman karena air mani dari anus bisa mengalir ke vulva.
Walaupun pada umunya kehamilan hanya bisa terjadi apabila sperma memasuki lubang vagina, namun melakukan anal seks tanpa pengaman seperti kondom juga bisa berpotensi terjadi kehamilan.
Logikanya adalah air mani yang terejakulasi masuk ke dalam saluran anus dapat luber keluar dan mengalir dekat vulva atau lubang vagina karena lokasi anus berdekatan dengan vagina. Hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya kehamilan walaupun penis tidak masuk ke dalam vagina.
Baca juga Pastikan Kamu Sudah Membicarakan Hal seksual Ini dengan Calon Pasanganmu
Intinya semakin dekat dengan vulva atau lubang vagina maka semakin tinggi peluang seseorang untuk hamil, meskipun tidak mengalami penetrasi vagina.
Apabila air mani tumpah di tumit atau telapak kakimu, maka tidak akan ada kemungkinan hamil sedikit pun. Pasalnya posisinya jauh dari vulva. Namun jika sang wanita tidak menggunakan alat kontrasepsi, sebaiknya hindari ejakulasi di dekat daerah selangkangan dan jangan lupa cuci tangan setelah terkena air mani.
Meskipun disebut “bisa” dan “ada peluang” hamil tanpa penetrasi vagina, namun tetap saja peluang-peluang ini sangat kecil.
Walaupun hal di atas telah menjelaskan bisa terjadi kehamilan tanpa melakukan penetrasi vagina, namun secara statistik bukti ilmiahnya sangat sedikit sehingga dapat dikayakan peluangnya cukup kecil. Kemungkinan terjadi kehamilan di atas melibatkan semacam kegiatan seksual, seperti menggesek-gesekkan kemaluan atau memicu ejakulasi dengan tangan, bukan karena hal yang benar-benar random seperti berenang di kolam. Jadi kamu tak harus terlalu parno bahwa setiap saat bisa hamil tanpa mengalami penetrasi.
