HarianBernas.com ? Masih ingat dengan wabah flu burung yang dulu sempat menghebohkan Indonesia dan negara-negara tetangganya? Wabah tersebut kini kembali menghantui Asia Tenggara. Pemerintah Filipina mengumumkan kalau pihaknya mendeteksi keberadaan unggas ternak yang sudah terjangkit flu burung.
Unggas-unggas yang positif terjangkit tersebut ditemukan di enam peternakan yang terletak di San Luis, sebelah utara kota Manila. Namun sejauh ini belum ada laporan kalau virus tersebut sudah menyebar ke manusia.
Baca Ribuan Wanita Filipina Lakukan Aksi Menyusui di Depan Umum
Langkah penanggulangan pun sudah disiapkan oleh pemerintah Filipina untuk mencegah wabah ini meluas. Melalui Sekretaris Pertaniannya yang bernama Emmanuel Pinol, otoritas Filipina mengumumkan kalau pihaknya bakal melakukan pemilahan kepada 200 ribu ekor ayam, bebek, dan puyuh di sekitar lokasi ditemukannya virus.
Daerah dalam radius 1 km dari lokasi ditemukannya virus tersebut sudah ditetapkan sebagai daerah karantina. Menurut dokter Celia Carlos, virus flu burung ini diperkirakan bisa masuk ke Filipina melalui bebek yang diselundupkan dari Tiongkok atau dari burung-burung liar yang baru saja melakukan migrasi.
Belum diketahui varian dari virus flu burung ini. Namun hasil tes awal menunjukkan kalau virus ini bukanlah varian H5N1 yang dikenal mematikan bagi manusia. Carlos kemudian menambahkan kalau sampel virus ini sudah dikirim ke Australia untuk diteliti lebih jauh.
Baca Presiden Filipina Gratiskan Biaya Pendidikan di Seluruh Universitas Negeri
Selama beberapa bulan terakhir, sejumlah negara di Asia dan Afrika menjadi korban wabah flu burung. Ada beberapa varian virus yang sudah ditemukan dalam wabah ini. Salah satu varian tersebut adalah varian H7N9 yang diketahui berbahaya bagi manusia.
