HarianBernas.com ? Teror pembunuh berantai sedang menghantu India. Namun pelaku pembunuhan berantai tersebut bukanlah manusia, melainkan gajah. Sebanyak 15 orang di negara bagian Bihar dan Jharkhand dilaporkan tewas setelah seekor gajah mengamuk di desa-desa mereka. Sebelas di antara korban tewas berasal dari negara bagian Kharkhand di India timur.
Pemerintah India pun menerjunkan tim khusus untuk membius dan menangkap gajah tersebut. Namun setelah seminggu berusaha, tim tersebut gagal menangkap gajah yang mereka buru. Terbatasnya jarak pandang akibat terlalu rimbunnya tanaman di hutan menjadi penyebab utamanya.
Keputusan berat pun terpaksa diambil oleh pemerintah India. Mereka mendatangkan penembak jitu profesional Nawab Shafat Ali Khan untuk membunuh gajah yang sudah menewaskan belasan orang tersebut.
?Di luar semua usaha yang sudah ditempuh oleh penjaga hutan dan tim kami selama 24 jam penuh, kami tidak punya pilihan lain lagi selain memerintahkan agar hewan tersebut ditembak mati,? kata L.R. Singh dari lembaga pelestarian alam liar khusus untuk negara bagian Jharkhand.
Gajah yang melakukan pembunuhan membabi buta tersebut diduga terpisah dari kelompoknya tanpa sengaja. Saat sedang kebingungan mencari jalan pulang itulah, sang gajah mengamuk dan menewaskan orang-orang yang ditemuinya di sepanjang perjalanan. Sembilan korban tewas di Jharkhand diketahui berasal dari suku pribumi Paharia, salah satu suku termiskin di India.
Keputusan untuk mendatangkan Ali Khan diambil karena ia memiliki pengalaman berurusan dengan hewan-hewan liar yang membahayakan manusia. Tahun 2014 lalu, ia dipercaya oleh pemerintah negara bagian Uttar Pradesh untuk membunuh harimau yang sudah menewaskan delapan orang.
Tewasnya manusia oleh gajah merupakan insiden yang cukup sering terjadi di Jharkhand. Menurut Singh, setiap tahunnya ada sekitar 60 orang yang tewas akibat dibunuh gajah di negara bagian tersebut. Semakin sempitnya lahan liar akibat aktivitas pembangunan manusia menyebabkan gajah semakin sering bersinggungan dengan manusia.
