HarianBernas.com ? Pemilu Kenya sudah selesai diselenggarakan beberapa hari yang lalu. Presiden Uhuru Kenyatta dinyatakan sebagai pemenang pemilu dengan perolehan suara lebih dari 54 persen. Namun, kenyataannya masih ada pihak yang tidak bersedia menerima hasil pemilu.
Baca Pemilu 2019 Bisa Terhambat
Reuters memberitakan kalau setidaknya 2 orang tewas dalam kerusuhan yang meletus di kota-kota Kenya akibat memprotes hasil pemilu. Korban tewas pertama adalah seorang gadis di kota Nairobi. Menurut laporan saksi mata, gadis tersebut tewas akibat terkena tembakan membabi buta aparat.
Korban kedua adalah seorang pria yang tinggal di kota Kisumu, Kenya barat. Selain korban tewas tersebut, rumah sakit utama di kota Kisumu juga merawat 10 korban luka. Empat di antara mereka memiliki luka tembak, sementara enam orang lainnya menjadi korban pemukulan aparat.
Hingga hari Sabtu (12/8/2017), kondisi di sejumlah kota Kenya dilaporkan masih mencekam. Di ibukota Nairobi, polisi anti huru-hara yang dibantu oleh mobil penyemprot air menghancurkan paksa barikade-barikade yang merintangi jalanan. Di kota Kisumu, suara tembakan beberapa kali terdengar di luar area rumah sakit.
Kacaunya situasi di Kenya sekarang ini terjadi akibat adanya kontroversi mengenai hasil pemilu. Menurut koalisi politik NASA yang menjadi lawan utama Kenyatta dalam pemilu, hasil pemilu ini tidaklah sah karena penghitungan surat suara tidak dilakukan dengan benar dan ada oknum yang melakukan peretasan pada situs pemilu
Namun, lembaga pengamat ELOG yang menempatkan 8.300 personilnya selama pemilu memberikan pengakuan berbeda. Menurut mereka, tidak ada bukti manipulasi dan kecurangan yang tersistematis di lapangan. Mereka kemudian menambahkan kalau proyeksi hasil pemilu mereka hanya berbeda tipis dengan hasil penghitungan lembaga pemilu Kenya.
Baca Presiden Jokowi Hormati Keputusan DPR Sahkan UU Pemilu
Kenya sempat mengalami kerusuhan hebat dan konflik etnis seusai pemilu di tahun 2007. Akibat konflik tersebut, sebanyak 1.200 orang menjadi korban tewas dan 600 ribu lainnya kehilangan tempat tinggal.
