Bernas.id ? Blokade yang tengah menimpa Qatar tidak mengecutkan semangat negara tersebut untuk tetap menggelar Piala Dunia. Qatar tetap berkomitmen untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia pada tahun 2022 mendatang.
Hal tersebut disampaikan oleh Hassan al-Thawadi yang menjabat sebagai Sekjen Komite Agung Qatar 2022. Kepada Al Jazeera, Hassan menegaskan kalau blokade yang tengah menimpa Qatar tidak mengganggu persiapan negara tersebut dalam menyongsong Piala Dunia 2022.
?Kami harus bertindak cepat, menuju ke rencana B, menemukan sumber pasokan alternatif serta jalur pasokan yang baru… Proyek berjalan sesuai dengan rencana. Tidak ada penundaan yang terjadi,? kata Hassan.
Hassan juga membantah tudingan dari Arab Saudi kalau Qatar adalah negara yang mensponsori jaringan teroris. Ia kemudian menambahkan kalau Qatar bakal memanfaatkan momen Piala Dunia untuk menunjukkan komitmennya dalam memerangi terorisme.
?Piala Dunia adalah kesempatan yang besar. Kesempatan yang besar bagi wilayah setempat. Setiap turnamen olah raga akbar selalu punya kekuatan… Piala Dunia memberikan kesempatan untuk menunjang pengembangan keterampilan dan… menciptakan lapangan pekerjaan.?
?Piala Dunia adalah perangkat yang sempurna untuk memerangi dan menghentikan masuknya teroris baru ke dalam jaringan teroris. Dengan cara memanfaatkan keuntungan dan potensi sebenarnya yang dimiliki oleh Piala Dunia,? tandas Hassan.
Piala Dunia 2022 bakal menjadi Piala Dunia kedua yang diselenggarakan di Asia setelah Piala Dunia 2002 di Korsel dan Jepang. Sejak Qatar ditunjuk menjadi tuan rumah, kabar-kabar negatif terkait Qatar langsung bermunculan. Mulai dari isu penindasan tenaga kerja yang membangun stadion hingga iklim Qatar yang dianggap terlalu panas untuk menyelenggarakan Piala Dunia pada pertengahan tahun.
