HarianBernas.com ? Bukan hanya Spanyol yang memiliki atraksi bertarung dengan menggunakan banteng. Di Bosnia dan Herzegovina, ada atraksi serupa yang digelar setiap tahunnya. Namun, tidak seperti atraksi matador di Spanyol yang kerap diikuti dengan kematian banteng peserta, atraksi yang digelar di Bosnia memiliki atmosfer yang jauh lebih jinak dan bersahabat.
Baca Super Kreatif! Desainer Ini Buat Gaun Seperti Pizza dan Taco
Setiap tahunnya pada bulan Juli, penduduk Bosnia berkumpul di Lembah Cevljanovici yang terletak 30 km dari ibukota Sarajevo untuk mengikuti festival adu banteng. Festival ini dikabarkan sudah berlangsung selama 70 tahun. Balkan Insight melaporkan kalau festival tahun ini berlangsung selama dua hari dan dihadiri oleh 50 ribu pengunjung.
Ketika adu banteng hendak dilakukan, penonton akan berkumpul di sekeliling arena. Ada pula yang memilih untuk menyaksikan duel antar hewan tersebut dari perbukitan yang berada tidak jauh dari arena. Duel dimulai ketika dua ekor banteng masuk ke dalam arena.
Masing-masing banteng awalnya hanya sekedar berlari-lari kecil sambil menjaga jarak dengan lawannya. Namun tidak lama sesudah itu, masing-masing banteng akan berlari ke depan untuk saling menabrakkan tanduknya. Saling dorong antar banteng pun terjadi. Sementara penonton berteriak riuh untuk menyemangati banteng jagoannya.
Duel akan berakhir begitu salah satu banteng berlari menjauhi lawannya. Tidak ada banteng yang tewas ataupun terluka parah. Kadang-kadang duel antar banteng malah tidak terjadi sama sekali karena salah satu di antara mereka memilih untuk mundur sebelum bertarung.
Duel antar-banteng dalam festival ini memang memiliki peraturan yang cukup ketat. Sebelum pertarungan dimulai, panitia akan memeriksa tanduk banteng untuk memastikan tanduknya dipotong dengan benar dan tidak menimbulkan luka serius pada lawannya. Mereka juga memeriksa apakah banteng-banteng yang hendak bertarung tidak menggunakan semacam doping.
Adu banteng sendiri bukanlah satu-satunya pusat atraksi di Cevljanovici. Sejumlah besar tenda dan kedai kecil yang menjual makanan serta aksesoris terlihat berdiri di lapangan festival. Ada juga tenda yang diisi oleh grup musik dan bahkan cosplayer tokoh kartun Masha. Sementara di sudut lain, pengunjung terlihat berkumpul sambil membentuk lingkaran untuk melakukan tarian tradisional kolo.
Baca Kreatif atau Nyleneh? DJ Jepang ini Ciptakan Musik dari Rambut Kemaluan Wanita
Pengunjung festival tahunan ini bukan hanya mereka yang tinggal di Bosnia. Ada pula yang sengaja mengambil libur dan pulang kampung dari luar negeri khusus untuk menghadiri festival ini. ?Saya berusaha agar tidak melewatkannya. Tahun lalu saya tidak bisa datang, namun sekarang saya ada di sini untuk dua hari festival sekaligus,? kata Hilmija yang selama hampir dua dasawarsa tinggal di Austria.
