HarianBernas.com ? Aksi penyerangan terhadap masjid di negara Barat kembali terjadi. Di Minnesota, AS, masjid Dar Al Farooq yang terletak di negara bagian tersebut menjadi korban pemboman. Ketika serangan terjadi, jamaah masjid sedang berkumpul di dalam masjid untuk melakukan ibadah shalat subuh.
Tidak ada korban tewas ataupun luka yang timbul akibat insiden ini. Namun kantor milik imam masjid mengalami kerusakan akibat ledakan bom rakitan tersebut. Menurut saksi mata, peristiwa ini bermula ketika sebuah mobil van atau truk menepi di dekat masjid.
Dari dalam kendaraan, pelaku kemudian melemparkan sesuatu ke jendela ruang kantor imam sebelum kemudian melarikan diri. Ledakan yang timbul kemudian menyebabkan ruang kantor imam mengalami kebakaran. Para jamaah yang masih ada di masjid kemudian bergegas memadamkan api sebelum akhirnya mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.
?Kami datang ke negara ini atas alasan yang sama dengan alasan orang-orang yang lain juga datang ke sini: kebebasan untuk beribadah,? kata salah satu jamaah masjid yang bernama Yasir Abdalrahman. ?Dan sekarang kebebasan ini sekarang berada dalam ancaman. Setiap warga Amerikan seharusnya merasa terhina atas hal ini.?
Belum diketahui identitas ataupun motif pelaku penyerangan. Namun sentimen kebencian terhadap Islam diduga kuat menjadi alasan di balik penyerangan ini. Menurut organisasi Council on American-Islamic Relationsjumlah kasus penyerangan terhadap komunitas Muslim AS mengalami peningkatan tajam selama dua tahun terakhir. Fenomena yang diduga ada kaitannya dengan masa kampanye kepresidenan Donald Trump.
