HarianBernas.com ? Hari Selasa (8/8/2017) merupakan hari yang penting bagi rakyat Kenya. Pasalnya di hari tersebut, Kenya menggelar pemilihan umum. Penduduk di seantero Kenya yang memiliki hak pilih pun beramai-ramai mendatangi tempat pemilihan suara (TPS) yang ada di daerahnya masing-masing.
Di sela-sela keramaian pemilu di negara Afrika Timur tersebut, terselip pula cerita-cerita unik. Salah satunya seperti yang terjadi di provinsi Pokot Barat. Seorang wanita paruh baya di TPS provinsi tersebut secara tiba-tiba melahirkan bayinya ketika sedang menunggu gilirannya untuk menyumbangkan suara.
Wanita tersebut awalnya mengeluh kalau dia merasakan sakit. Petugas yang ada di lokasi pun mendatanginya dengan maksud membawanya ke rumah sakit terdekat. Namun wanita tersebut bersikeras dia ingin menyumbangkan suaranya terlebih dahulu sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Petugas pun menuruti keinginannya dan membiarkan dia tetap berada di TPS. Namun sebelum gilirannya untuk mengisi surat suara tiba, dia keburu melahirkan terlebih dahulu.
Beruntung bayi yang dilahirkannya berhasil keluar dengan selamat. Karena bayi tersebut lahir di hari pemilu, bayi itupun diberi nama Chepkura yang berarti ?pemilu? dalam bahasa lokal.
Insiden serupa juga terjadi di TPS lain yang kebetulan juga terletak di Pokot Barat. Namun nasib wanita tersebut tidak seberuntung koleganya yang berhasil melahirkan dengan selamat.
Pasalnya ketika ia melahirkan bayinya di klinik bersalin usai menyumbangkan suara, wanita tersebut dinyatakan mengalami keguguran.
Pemilu yang digelar pada tanggal 8 Agustus di Kenya bertujuan untuk memilih presiden dan anggota parlemen. Sebanyak lebih dari 19 juta rakyat Kenya dilaporkan memiliki hak pilih dalam pesta demokrasi yang digelar selama 4 tahun sekali tersebut.
