HarianBernas.com ? Aksi penabrakan membabi buta kembali menimpa Perancis. BBC pada hari Rabu (9/8/2017) melaporkan kalau sebuah mobil menghantam kerumunan tentara di kota Paris. Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 6 orang mengalami cedera dan 2 di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Menurut pejabat lokal Patrick Balkany, mobil yang melakukan penabrakan ini awalnya diam menunggu di sisi jalan raya. Ketika iring-iringan tentara keluar dari barak militer Place de Verdun, mendadak mobil tersebut langsung melaju kencang ke arah mereka. Mobil tersebut kemudian melarikan diri usai melakukan penabrakan.
Baca juga: Pelaku Penabrakan Membabi Buta di New York Adalah Pelanggar Hukum Kambuhan
Jean-Claude Veillant yang tinggal di apartemen dekat lokasi menambahkan kalau awalnya ia mendengar suara benturan logam yang keras. Ia pun kemudian bergegas keluar untuk mencari tahu apa penyebab suara tersebut.
?Saya melihat satu di antara para korban luka sedang berbaring di depan kendaraan Vigipirate (patroli militer) dan satu orang di belakangnya sedang menerima perawatan,? kata Veillant seperti yang dikutip oleh Reuters.
Para tentara yang menjadi korban penabrakan kemudian dilarikan ke rumah sakit militer. Polisi masih belum mengetahui apa motif pelaku melakukan aksi ini. Namun polisi yakin kalau sang pengemudi mobil melakukan penabrakan secara sengaja. Satu orang dilaporkan sudah ditangkap oleh pihak keamanan di sebelah utara kota Paris atas dugaan terlibat dalam aksi ini.
Mobil yang melakukan penabrakan ini teridentifikasi sebagai mobil BWM berwarna gelap. Ketika penabrakan terjadi, area tersebut berada dalam kondisi yang lebih sepi dari biasanya karena musim liburan musim panas masih berlangsung. Polisi langsung memasang garis penghalang di sekeliling lokasi penabrakan seusai kejadian.
Bukan sekali ini saja aksi penyerangan memakai kendaraan menimpa Perancis. Pada bulan Juli 2016, sebuah truk menabrakan kerumunan orang yang sedang merayakan Hari Bastille dan menewaskan lebih dari 80 orang. Bulan Juni lalu, sebuah mobil menabrakkan diri ke mobil van polisi dan kemudian meledak bersama dengan pelaku penabrakan.
Baca juga: Media Swedia: Pelaku Penabrakan di Stockholm adalah Pendukung ISIS
