HarianBernas.com ? Dampak negatif yang ditimbulkan oleh perang saudara Suriah bukan hanya dirasakan oleh warga sipil setempat. Hewan-hewan di kebun binatang Aleppo juga turut merasakan dampak dari perang ini. Kalaupun mereka tidak sampai menjadi korban bom salah sasaran, mereka terancam menghabiskan sisa hidupnya dalam kondisi kelaparan.
?Perang yang masih terus berlangsung membawa dampaknya pada hewan-hewan ini. Kurangnya air, makanan, dan perawatan membuat hewan-hewan ini mengalami trauma secara fisik dan psikis,? kata Amir Khalil dari organisasi Four Paws. ?Sejumlah hewan terbunuh oleh bom. Tidak ada jalan bagi mereka untuk lolos dari jebakan maut ini.?
Kota Aleppo sekarang berada di bawah kendali pasukan pemerintah. Namun tahun lalu, wilayah timur kota tersebut menjadi arena sengit bentrokan antara pasukan pemerintah dan pemberontak. Puing-puing yang menjadi saksi bisu pertempuran sengit ini masih dapat dijumpai hingga sekarang.
?Semakin buruknya kondisi hewan-hewan ini membawa keprihatinan bagi kami. Dengan misi ini, kami ingin menyebarkan pesan kalau rasa kemanusiaan tidak bisa dipisahkan dan hewan-hewan yang menderita ini pantas didengar dan dilihat,? tambah Khalil. Ia juga memperingatkan bahwa dalam kondisi kelaparan, hewan-hewan seperti beruang dan harimau bisa menjadi ancaman bagi penduduk setempat.
Khalil bersama rekan-rekannya dari Four Paws pun melakukan misi heroik. Dengan dibantu oleh aparat lokal, mereka memuat 9 ekor hewan ke dalam kandang kecil dan memindahkannya ke Karacabey, Turki. Hewan-hewan tadi bakal dirawat untuk sementara di sana sebelum dipindahkan lagi ke tempat lain secara permanen.
?Perjalanan menuju Turki merupakan urusan yang melelahkan. Karena suhu yang terlampau tinggi, kami harus berhenti setiap tiga atau empat jam untuk mengecek kondisi hewan-hewan ini dan memberikan air kepada mereka,? kata Khalil. ?Kami merasa sangat senang bisa membawa hewan-hewan ini ke tempat tujuan pertamanya dengan selamat.?
Misi penyelamatan hewan di Aleppo ini sendiri bukanlah hal yang baru bagi Khalil. Pria berusia 52 tahun asal Mesir tersebut sebelumnya juga pernah memindahkan hewan-hewan di kebun binatang Tripoli sesudah terjadinya perang saudara Libya di tahun 2011. Tahun lalu, ia beserta rekan-rekannya juga memindahkan 15 hewan yang terjebak di kebun binatang Jalur Gaza.
