HarianBernas.com ? Kondisi di Venezuela masih mencekam hingga sekarang. Krisis ekonomi berkepanjangan menyebabkan bentrokan antara aparat dengan para demonstran seolah menjadi rutinitas. Tidak sedikit dari bentrokan yang timbul berujung fatal dan menimbulkan korban jiwa. Hal yang sungguh ironis mengingat Venezuela sebenarnya memiliki kandungan minyak yang amat melimpah.
Baca Pakai Lagu Despacito dalam Acara Politik, Presiden Venezuela Dikecam
Hari Kamis (27/7/2017) waktu setempat, bentrokan mematikan kembali terjadi di Venezuela. Kali ini empat orang dilaporkan menjadi korban tewas. Timbulnya korban tersebut sekaligus menjadikan jumlah korban tewas akibat gelombang aksi demonstrasi di Venezuela selama empat bulan terakhir menembus angka 102 jiwa.
Aksi protes yang melanda Venezuela belakangan ini terjadi menyusul rencana dari Presiden Nicholas Maduro untuk menentukan komposisi dewan yang nantinya bakal merancang konstitusi baru. Rencananya pada hari Minggu mendatang, pemerintah Venezuela akan menggelar referendum nasional untuk menentukan apakah konstitusi negara bisa ditulis ulang.
Namun, rencana referendum tersebut dikritik oleh kubu oposisi Venezuela. Menurut mereka, referendum tersebut adalah upaya pemerintah untuk mengubah Venezuela menjadi negara kediktatoran. Kubu oposisi lantas menganjurkan rakyat Venezuela untuk memboikot referendum tersebut.
Kubu oposisi Venezuela juga menyerukan rakyat Venezuela untuk melakukan aksi mogok kerja massal selama dua hari dan melanjutkan demonstrasi. Pemerintah Venezuela sendiri sudah mengeluarkan larangan menggelar aksi demonstrasi hingga hari pelaksanaan referendum.
