HarianBernas.com ? Kian peliknya masalah arus pengungsi di Eropa membuat kesabaran Pemerintah Austria kian menipis. Laman France24 mengabarkan kalau Pemerintah Austria berniat menempatkan tentara dan melakukan pemeriksaan di perbatasan selatan negaranya dengan Italia.
?Sayap mengharapkan kalau dalam waktu yang amat dekat kontrol perbatasan akan diaktifkan dan penerjunan bantuan (oleh militer) akan segera diajukan,? kata Menteri Pertahanan Austria Hans Peter Doskozil pada hari Senin (3/7/2017) waktu setempat.
Menurut Doskozil, kebijakan ini terpaksa diambil oleh pemerintah Austria jika arus pengungsi yang datang dari arah Italia tidak juga surut. Sebagai negara yang wilayahnya berseberangan langsung dengan pantai utara Afrika, Italia memang menjadi salah satu negara tujuan utama para pengungsi dan pencari suaka.
Austria sendiri sudah menerapkan kebijakan ini di perbatasan timur negaranya dengan Hongaria. Akhir pekan lalu, dua kendaraan lapis baja sudah dikirimkan ke perbatasan Austria dengan Italia. Sebanyak 750 tentara juga sudah disiapkan untuk membantu pelaksanaan kebijakan baru ini.
Secara terpisah, lembaga UNHCR yang menangani masalah pengungsi memaparkan kalau ada 85 ribu pengungsi yang tiba di Italia pada tahun ini. Vincent Cochetel selaku utusan UNHCR untuk wilayah laut Mediterania lantas meminta kepada negara-negara lainnya supaya turut membantu Italia mengatasi masalah ini.
Wacana kebijakan baru ini diperkirakan ada kaitannya dengan pemilu nasional yang bakal digelar pada bulan Oktober mendatang. Pasalnya partai yang berhaluan sayap kanan diduga bakal meraih suara banyak dengan memanfaatkan kegelisahan rakyat Austria terhadap masalah arus pengungsi dan kian maraknya aksi teror oleh para simpatisan ISIS.
