HarianBernas.com ? Mencegah lebih baik daripada mengobati. Itu adalah ungkapan yang menunjukkan bagaimana pentingnya tindakan pencegahan yang harus diambil supaya seseorang tidak perlu jatuh sakit dan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk pengobatannya. Melakukan vaksinasi adalah satu dari sekian banyak tindakan pencegahan yang bisa diambil untuk mencegah seseorang terjangkit penyakit.
Kendati penting, nyatanya di masa kini masih ada orang-orang yang menolak memvaksinkan anaknya akibat beragam alasan. Langkah tegas pun ditempuh oleh Pemerintah Prancis untuk memastikan hal tersebut tidak terjadi. Mulai tahun 2018 mendatang, semua anak-anak di Prancis sudah harus menerima vaksinasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Prancis, Edouard Philippe. Menurutnya, adalah hal yang ironis jika negara asal Louis Pasteur ? penemu vaksin rabies di abad ke-19 ? ternyata masih memiliki kasus kematian akibat penyakit cacar air yang notabene sudah ada vaksinnya.
Ada total 11 vaksin yang ditetapkan sebagai vaksin wajib oleh pemerintah Prancis. Sebagian di antaranya adalah vaksin untuk difteri, tetanus, serta polio. Jika ada anak-anak yang diketahui belum menerima seluruh vaksin tersebut, maka anak yang bersangkutan akan dilarang masuk ke sekolah negeri.
Prancis sendiri diketahui memiliki populasi penentang vaksinasi yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil survei yang dirilis pada bulan Oktober 2016, tiga dari 10 penduduk Prancis menolak praktik vaksinasi. Salah satu alasan mengapa mereka menolak vaksinasi adalah karena vaksin dipercaya bisa menimbulkan efek samping berbahaya semisal autisme.
