HarianBernas.com ? Hamburg sekarang ini tengah menjadi pusat perhatian dunia. Pasalnya sejak hari Jumat (7/7/2017), kota yang terletak di Jerman utara tersebut tengah menjadi tuan rumah konferensi internasional G20. Namun perhatian masyarakat dunia bukan hanya terfokus pada jalannya pertemuan. Tetapi juga pada aksi demonstrasi yang mengiringi konferensi tersebut.
Al Jazeera memberitakan kalau hingga hari Sabtu (8/7/2017), setidaknya 193 polisi mengalami luka-luka akibat terlibat bentrokan dengan demonstran penentang G20. Menurut para demonstran tersebut, G20 hanyalah upaya bagi kaum kapitalis dunia untuk memantapkan kedudukannya. Mereka juga mengkritik tokoh-tokoh negara adidaya seperti Donald Trump.
Aksi demonstrasi yang mewarnai sidang G20 memang berlangsung cukup kisruh. Para demonstran dilaporkan membakar mobil, melepaskan kembang api, dan menjarah pertokoan yang ada di kota tersebut. Polisi yang sedang berada di lokasi juga tidak luput dari serangan demonstran. Mereka melempari polisi dengan batu dan botol.
Aparat Jerman lantas membalas aksi tersebut dengan cara melepaskan gas air mata. Sejumlah helikopter polisi juga terlihat beterbangan di atas kawasan Schanzenviertel. Setidaknya 83 orang demonstran ditangkap oleh polisi di tempat.
Kejadian ini lantas disesali oleh Kanselir Jerman Angela Merkel. Ia mengaku tidak melarang aksi demonstrasi karena itu adalah bentuk kebebasan berpendapat. Namun ia mengkritik aksi kekerasan yang digunakan oleh para demonstran karena menurutnya aksi macam itu bisa membahayakan nyawa manusia.
G20 merupakan sebuah forum internasional beranggotakan Uni Eropa dan 19 negara anggota yang memiliki populasi serta kapasitas ekonomi besar. Sejumlah masalah internasional seperti konflik Suriah, perang melawan terorisme, dan perubahan iklim global turut menjadi fokus pembahasan dalam sidang G20 kali ini.
