HarianBernas.com ? Gerhana matahari merupakan peristiwa terhalangnya matahari oleh bulan. Kemunculannya yang langka menyebabkan peristiwa ini senantiasa menarik perhatian warga lokal yang berada di lokasi jatuhnya bayangan gerhana. Salah satu contohnya adalah gerhana matahari yang terjadi di Indonesia tahun lalu.
Namun, gerhana bukan hanya menarik perhatian akibat intensitas kemunculannya yang langka. Fenomena alam ini juga dijadikan kesempatan oleh sejumlah orang untuk mempelajari hal-hal baru mengenai luar angkasa. Berikut adalah 5 gerhana matahari yang dianggap paling berpengaruh di dunia :
1. Gerhana Anyang (1302 SM)
Gerhana ini terjadi pada tahun 1302 Sebelum Masehi di Anyang, Tiongkok tengah. Informasi mengenai gerhana ini sendiri diketahui dari sebuah batu bertulisan bernama Ugarit yang menceritakan peristiwa ini. Para ahli meyakini kalau gerhana Anyang adalah peristiwa gerhana matahari pertama yang didokumentasikan oleh manusia.
2. Gerhana Thales (585 SM)
Gerhana ini terjadi di Anatolia yang sekarang termasuk dalam wilayah modern Turki. Thales dari Miletus adalah nama dari seorang pakar matematika Yunani Kuno yang memprediksi kalau gerhana matahari bakal terjadi pada tanggal 28 Mei 585 SM. Prediksinya tepat sasaran dan ia pun menjadi orang pertama yang berhasil memprediksi waktu terjadinya gerhana dengan tepat.
3. Gerhana Skotlandia (1836)
Gerhana tidak selalu hanya menampilkan lingkaran hitam dengan cahaya pucat di tepiannya. Terkadang, kita dapat melihat lingkaran cahaya terang di sudut gerhana tepat sebelum matahari tertutup sepenuhnya. Menurut astronom Francis Baily yang mengamati gerhana di Skotlandia pada tahun 1836, fenomena tersebut terjadi karena Bulan memiliki permukaan yang tidak rata dan dipenuhi lembah. Atas jasanya tersebut, fenomena yang bersangkutan lantas diberi nama ?Manik-Manik Baily? (Baily?s Beads).
4. Gerhana India (1868)
Helium adalah nama dari sejenis elemen yang dalam wujud gas sering digunakan untuk mengisi balon. Penemuan elemen ini ternyata ada kaitannya dengan gerhana. Ketika astronomer Jules Janssen mengamati foto-foto gerhana matahari di India pada tahun 1868, ia menemukan garis terang di permukaan kuning matahari yang mengindikasikan kalau matahari memiliki semacam gas di permukaannya.
Janssen awalnya mengira kalau elemen tersebut adalah sodium. Namun penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan lain yang bernama Norman Lockyer menemukan kalau elemen di permukaan matahari adalah elemen yang selama ini belum teridentifikasi oleh manusia. Oleh Lockey, elemen baru tersebut kemudian diberi nama helium. Nama yang diambil dari kata helios (bahasa Yunani untuk ?matahari?).
5. Gerhana Atlantik (1919)
Siapa yang tidak kenal dengan Albert Einstein? Salah satu buah pemikiran Einstein yang paling terkenal adalah teori relativitas umum. Menurut teori ini, cahaya bisa membelok jika berada dekat dengan benda yang memiliki medan gravitasi kuat. Einstein mengumumkan teorinya tersebut pada tahun 1915. Namun baru 4 tahun kemudian, para ilmuwan memiliki kesempatan untuk membuktikan teorinya.
Ketika terjadi gerhana di tahun tersebut, sejumlah ilmuwan Eropa pergi ke Pulau Principe di Samudera Atlantik untuk mengambil foto-foto mengenai gerhana tersebut dari waktu ke waktu. Mereka kemudian membandingkan foto-foto gerhana dengan gambar mengenai perkiraan lokasi bintang Hyades sebelum terjadinya gerhana.
Momen di mana gerhana muncul dianggap sebagai momen yang paling tepat karena saat gerhana terjadi, matahari masih bersinar. Namun intensitas cahaya yang tampak di bumi jauh lebih redup dibandingkan matahari dalam kondisi biasa. Pengamatan yang mereka lakukan menunjukkan kalau bintang Hyades yang ada di dalam foto lokasinya sedikit berpindah karena cahaya yang dipancarkannya dibelokkan oleh matahari. Teori relativitas Einstein terbukti benar.
