HarianBernas.com ? Di masa kini, telepon seluler (ponsel) ibarat menjadi kebutuhan pokok manusia. Rasanya aktivitas menjadi sangat terbatas jika kita sedang berada di luar rumah dan tidak membawa ponsel. Namun, tidak jarang seseorang yang sudah membawa ponsel tetap tidak bisa menggunakan ponselnya gara-gara tenaga baterai ponselnya habis.
Sebuah terobosan pun dibuat oleh Eric Hawkins untuk mengatasi masalah keterbatasan baterai ponsel. Terobosan tersebut adalah Solarbrella, payung yang dilengkapi dengan charger ponsel. Alat ini menggunakan panel surya yang terpasang di atas permukaan payung sebagai sumber tenaga listriknya.
Menurut pengakuan pria berusia 70 tahun tersebut, ia terinspirasi untuk membuat Solarbrella setelah berkunjung ke Tiongkok. Saat itu, ia melihat sebuah panel solar fleksibel yang dikembangkan oleh perusahaan. Pria Inggris itupun terinspirasi untuk membuat panel surya yang ringkas dan bisa dibawa ke mana-mana.
Hawkins menambahkan kalau ia sudah menguji alat ini ketika sedang berada di taman. Hasilnya cukup memuaskan karena alat terbut membantu laptop miliknya tetap menyala hingga 11 jam.
Hawkins pun berniat untuk memasarkan Solarbrella ke masyarakat umum. Namun ia mengaku masih membutuhkan investor untuk membantu memproduksi alat ini. Jika ia sudah mendapatkan dana yang dibutuhkan, alat ini bakal dirakit di Tiongkok selatan sebelum kemudian dikirimkan ke Inggris.
Jika sudah diproduksi secara massal, Solarbrella rencananya akan dijual dengan harga 380 poundsterling (setara 6,5 juta rupiah). Namun untuk 100 pemesan pertama, Hawkins hanya mematok separuh harga. Anda berminat?
