HarianBernas.com ? Sudah jadi rahasia umum kalau sekarang Liga Super Tiongkok atau CSL menjadi salah satu liga terkaya di dunia. Nama-nama tenar seperti Hulk, Ramirez, Luiz Felipe Scolari, hingga Fabio Capello menghiasi kompetisi tertinggi Negeri Tirai Bambu tersebut. Bayaran yang mereka terima pun bernilai fantastis dan tak kalah dengan tokoh-tokoh sepak bola di liga top Eropa.
Namun gemerlap uang di Liga Tiongkok ternyata tidak lantas menjadikan semua pemain top Eropa bersedia menginjakkan kakinya di sana. Lukas Podolski adalah salah satunya. Penyerang berkebangsaan Jerman tersebut baru-baru ini bergabung dengan klub Jepang Vissel Kobe kendati awalnya dikabarkan bakal pindah ke Tiongkok.
Podolski pun menuturkan alasan mengapa ia lebih memilih untuk pindah ke Jepang ketimbang Tiongkok. Kepada media Jerman Sport Bild, ia menjelaskan kalau sistem negosiasi kontrak pemain di Tiongkok tidaklah sehat.
?Tentu, adalah hal yang sangat menggiurkan untuk mendengar kalau kau bisa memperoleh 15 hingga 20 juta euro di Tiongkok,? kata Podolski yang mengaku menerima gaji 10 juta euro per tahunnya di Jepang. ?Namun dengan delapan hingga sembilan agen pemain kadang-kadang ikut terlibat, itu sudah terlihat menyerupai kejahatan.?
Pemain berusia 32 tahun tersebut lantas menambahkan bahwa kendati gaji yang bisa ia terima di CSL lebih tinggi dibandingkan kontraknya yang sekarang, ia berasumsi bahwa bisa saja nilai asli yang diterimanya ternyata lebih rendah akibat terlalu banyaknya perantara yang terlibat.
?Saya suka Tiongkok. Saya memiliki banyak penggemar di sana. Namun sepak bola di sana tidak akan pernah bisa mencapai apa yang sudah dicapai oleh Bundesliga misalnya,? papar Podolski. ?Dengan cara mereka bertindak seperti sekarang, mereka tidak akan pernah bisa menggapai tujuan mereka untuk menjadi liga terbaik.?
