HarianBernas.com ? Hubungan Belanda dengan Israel tengah menegang. Gara-garanya adalah karena pemerintah Israel menyita paksa panel surya yang didirikan di wilayah Tepi Barat. Kebetulan panel surya tersebut merupakan hasil sumbangan pemerintah Belanda dan dimaksudkan untuk membantu warga desa Jubbet al-Dhib.
Penyitaan tersebut dilakukan oleh pemerintah Israel tengah pekan lalu dengan alasan panel surya tadi didirikan tanpa seizin pemerintah Israel. Tidak terima dengan tindakan Israel tersebut, Menteri Luar Negeri Belanda memprotes tindakan pemerintah Israel sambil meminta agar panel surya tadi segera dikembalikan seperti semula.
Jubbet al-Dhib merupakan desa kecil berpenduduk lebih dari 150 jiwa yang terletak di sebelah timur kota Betlehem, kota yang oleh umat Kristen dunia dipercaya sebagai tempat kelahiran Yesus. Panel surya yang disita oleh Israel sendiri merupakan proyek kemanusiaan yang disponsori oleh pemerintah Belanda untuk membantu meningkatkan standar hidup warga desa yang bersangkutan.
Menurut sumber dalam pemerintahan Belanda seperti yang dikutip oleh Haaretz, pemerintah Belanda merasa sangat marah atas tindakan Israel tadi. Namun Belanda mencoba menutup-nutupi sikap tersebut karena kedua negara memiliki hubungan yang dekat. Sekarang pemerintah Belanda tengah menjajaki langkah berikutnya yang hendak diambil untuk menanggapi tindakan Israel tersebut.
Tepi Barat merupakan wilayah di sebelah barat negara Yordania yang juga mencakup kota Yerusalem. Dunia internasional menganggap Tepi Barat sebagai wilayah milik Otoritas Palestina. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan kalau lebih dari 60 persen wilayah ini diduduki oleh militer dan pemukim israel.
