HarianBernas.com ? Memiliki jabatan tinggi bukan berarti bisa melanggar peraturan di fasilitas umum semaunya. Sayangnya hal inilah yang terjadi di Afganistan. Pesawat penumpang di negara tersebut dipaksa memutar balik ke bandara Kabul hanya gara-gara ada 2 anggota parlemen yang terlambat naik ke pesawat.
Insiden tersebut dialami oleh pesawat maskapai Kam Air dengan nomor penerbangan RQ-814. Pada hari Selasa (25/5/2017) pukul 8 pagi waktu setempat, pesawat yang mengangkut 30 penumpang tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Hamid Karzai menuju Bamiyan. Meninggalkan dua anggota parlemen Ghulam Hussain Naseri dan Abdul Rahman Shaheedani yang sudah memesan kursi di pesawat, namun tidak muncul di bandara pada waktu keberangkatan.
Alih-alih pasrah, ternyata keduanya masih ngotot ingin menaiki pesawat tersebut. Dengan bantuan putra Shaheedani yang berprofesi sebagai polisi, pesawat yang sudah terbang jauh tadi terpaksa kembali ke Kabul untuk menjemput Naseri dan Shaheedani.
Rekaman video yang didapat oleh wartawan Al Jazeera menunjukkan kalau sebelum menaiki pesawat Shaheedani sempat berujar, ?Sekarang semua orang tahu siapa saya apa kehebatan saya.?
Namun insiden tersebut ganti menuai kemarahan dari Otoritas Penerbangan Sipil Afganistan. Menurut Mahmoud Shah Habibi selaku kepala otoritas yang bersangkutan, insiden tersebut adalah wujud pelanggaran terhadap peraturan penerbangan internasional. Ia lantas menambahkan kalau pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan sudah melayangkan protes kepada dua anggota parlemen tadi.
Media lokal Tolonews mengabarkan kalau sehari sesudah insiden, 5 petugas keamanan senior ditangkap di mana satu di antara mereka yang ditangkap adalah putra Shaheedani. Shaheedani secara terpisah tidak membantah adanya insiden ini.
Namun ia menyanggah kalau insiden ini terjadi atas perintahnya sendiri. Ia mengklaim kalau tindakan ini dilakukan oleh simpatisannya di Bamiyan dan ia mengaku awalnya tidak tahu kenapa pesawat yang sudah terbang tadi kembali ke Kabul.
