HarianBernas.com ? Bukan hanya AS dan negara-negara maju Eropa yang dipusingkan oleh masalah imigran. Negara Panama yang terletak di Amerika Tengah juga tengah bergulat dengan masalah serupa. Langkah tegas pun diambil oleh negara yang wilayahnya dibelah oleh terusan antar laut tersebut.
Pemerintah Panama pada hari Jumat (26/5/2017) waktu setempat mengumumkan kalau pihaknya memberlakukan kebijakan lebih ketat terhadap imigran asal Kolombia, Venezuela, dan Nikaragua. Para turis dari negara-negara terkait hanya diperbolehkan menetap di Panama maksimal 90 hari dari yang awalnya 180 hari. Mereka juga diharuskan menyediakan informasi yang valid mengenai penghasilan yang mereka miliki.
Kebijakan ini diambil sebagai tanggapan atas kian seringnya terjadi demonstrasi di Panama selama beberapa bulan terakhir. Para demonstran mengecam keberadaan para imigran yang menurut mereka menjadi sumber kriminalitas di negara tersebut. Mereka nekat menetap di Panama kendati hanya menggunakan visa turis.
Panama sendiri kebetulan memang kian sering didatangi oleh penduduk negara-negara tadi. Mereka yang berasal dari Kolombia ingin melarikan diri dari konflik bersenjata yang tengah melanda negara tersebut. Sementara mereka yang berasal dari Venezuela ingin menghindari krisis ekonomi dan kekacauan domestik yang kian hari kian parah.
Masalah imigran bukanlah satu-satunya masalah yang merenggangkan hubungan Panama dengan Kolombia. Pemerintah Panama menuding kesepakatan damai antara pemerintah Kolombia dengan kelompok pemberontak kiri berdampak pada meningkatnya peredaran narkoba di wilayah Panama. Kebetulan Panama berbatasan langsung dengan Kolombia di sebelah timur.
