HarianBernas.com ? Bulan Ramadhan harusnya bisa menjadi bulan yang membahagiakan bagi kaum Muslim di seluruh dunia. Namun di Afganistan, kabar duka justru datang di hari pertama bulan Ramadhan. The Independent memberitakan kalau setidaknya 18 orang tewas akibat aksi bom bunuh diri di Provinsi Khost, Afganistan timur.
Menurut Najib Danish selaku juru bicara Deputi Menteri Dalam Negeri, pelaku peledakan mengincar personil keamanan Afganistan yang sedang bersiaga melindungi pasukan AS di wilayah tersebut. Namun ia menambahkan kalau sebagian besar korban berasal dari golongan warga sipil. Dua di antara korban tewas diketahui baru berusia anak-anak.
Ledakan ini terjadi di jalan raya yang terletak antara terminal bus dan stadion sepak bola. Pelaku melakukan serangan dengan cara mengendarai mobil yang dipenuhi oleh bahan peledak. Selain menewaskan belasan orang dan mencederai lainnya, serangan bom bunuh diri juga merusak sejumlah kendaraan dan pertokoan yang berjejer di pinggir jalan.
Belum diketahui siapa pelaku serangan bom ini. Namun kelompok Taliban diduga berada di balik serangan ini karena belakangn mereka semakin giat memerangi pasukan koalisi dan pemerintah Afganistan. Mubariz Zadran selaku juru bicara gubernur Provinsi Khost lantas memperingatkan kalau jumlah korban tewas masih sangat mungkin terus bertambah karena sejumlah korban luka berada dalam kondisi kritis.
