HarianBernas.com ? Yupiter sudah sejak lama diketahui sebagai planet terbesar di Tata Surya. Saking besarnya, planet ini kadang-kadang dapat terlihat secara langsung dari Bumi pada malam hari. Adapun selain ukurannya, Yupiter juga terkenal dengan pola merah berbentuk oval di permukaannya. Pola itu sendiri aslinya pusaran badai yang ukurannya lebih besar dibandingkan Bumi.
Badai merah Yupiter ternyata bukanlah satu-satunya pusaran badai yang ada di planet gas tersebut. Wahana luar angkasa Juno yang digunakan oleh NASA untuk mengamati Yupiter dari dekat menemukan kalau kedua kutub planet tersebut dipenuhi oleh pusaran badai berwarna putih yang ukurannya lebih kecil dibandingkan badai merah Yupiter, namun berjumlah banyak.
Temuan ini cukup mencengangkan tim peneliti yang terlibat dalam misi pengamatan Juno. Pasalnya selama ini mereka mengira bagian kutub Yupiter memiliki kondisi yang tenang dengan merujuk pada keberadaan badai merah Yupiter yang sifatnya permanen. ?Ini sangatlah berbeda, sangat rumit,? kata astronom Scott Bolton yang bertindak sebagai pemimpin misi pengamatan ini.
Badai-badai yang ada di kutub selatan Yupiter memiliki ukuran yang bervariasi di mana salah satunya memiliki diamater mencapai 1.000 km. Ketika mereka melakukan pengamatan di utara, mereka menemukan pemandangan serupa dengan badai-badai yang diamaternya bahkan lebih besar lagi. Salah satu badai yang teramati di kutub utara diketahui memiliki diameter mencapai 1.600 km.
Badai-badai putih di kutub bukanlah satu-satunya hal baru yang ditemukan oleh tim astronom. Mereka juga menemukan lapisan es dan amoniak di atmosfer Yupiter beserta medan magnet yang 10 kali lebih kuat dibandingkan medan magnet Bumi. Bolton lantas menduga kalau Yupiter mungkin memiliki inti planet yang berukuran besar namun sudah berada dalam kondisi tidak utuh.
