HarianBernas.com ? Tragedi bom yang terjadi di Manchester belum lama ini turut diboncengi oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Mereka mendirikan halaman penggalangan dana palsu dengan berpura-pura kalau dana yang mereka terima bakal didonasikan kepada keluarga korban bom Manchester.
Situs GoFundMe menjadi salah satu situs yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum tersebut untuk membuat penggalangan dana palsu. Menurut pengakuan pengelola GoFundMe seperti yang diberitakan oleh The Daily Mail, pihaknya sudah menutup 2 akun terkait bom Manchester karena adanya kecurigaan jika akun-akun tersebut melakukan penggalangan dana secara tidak jujur.
?Sejak serangan di hari Senin, kami sudah memerintahkan sejumlah orang untuk mengawasi kampanye terkait setiap saat… Dalam situasi seperti ini GoFundMe melakukan prosedur darurat kami. Memeriksa setiap kampanye untuk memastikan kalau mereka aman bagi para donor,? kata juru bicara GoFundMe menjelaskan mekanisme seleksi yang mereka gunakan.
?Kami melakukan ini dengan menghubungi langsung penyelenggara. Memastikan kalau mereka menjelaskan siapa mereka aslinya dan apakah mereka memiliki metode yang jelas untuk mengantarkan uangnya ke penerima (sumbangan) yang dimaksud.?
?Jika mereka belum jelas soal itu, kami akan membantu mereka mencarikan koneksi. Tapi mereka tidak akan bisa menarik donasi sepeser pun. Jika kami masih tidak bisa mendapatkan kejelasan, akun tersebut akan kami tutup,? paparnya.
Lydia Fairman adalah satu dari sekian banyak orang yang membuat halaman penggalangan dana untuk korban bom Manchester. Ia menyayangkan keberadaan kampanye penggalangan dana palsu dan berharap supaya orang-orang di baliknya segera ditangkap.
Fairman juga mengaku kalau dirinya sudah dihubungi oleh GoFundMe dan menerima pemberitahuan kalau dirinya tidak akan bisa menarik uang sepeser pun dari halaman penggalangan dananya. Sebagai gantinya, uang yang sudah masuk akan dialihkan ke kampanye penggalangan dana yang dibuat oleh koran lokal Manchester Evening News.
