HarianBernas.com – Sejarah baru tercipta di Rumah Sakit Universitas Okayama. Salah seorang pasien mereka yang baru berusia 1 tahun menjadi pasien termuda di Jepang menerima cangkok paru-paru. Pencangkokan ini dilakukan karena bayi perempuan tersebut menderita hipertensi pulmonial atau tekanan darah yang terlampau tinggi di bagian paru-parunya.
Hipertensi pulmonial bisa membawa dampak yang fatal bagi penderitanya jika pembuluh darah yang menghubungkan paru-paru dengan jantung mengalami penyumbatan. Sejak dilahirkan, bayi ini diketahui memang menderita gangguan pernapasan dan memerlukan bantuan alat respirator di ruang perawatan intensif.
Karena kondisinya tidak kunjung membaik kendati sudah dirawat di ruang perawatan intensif, pada bulan Februari bayi ini didaftarkan sebagai kandidat penerima organ. Bayi tersebut akhirnya mendapatkan organ yang dibutuhkannya pada hari Rabu (10/5/2017) waktu setempat. Pemilik lamanya adalah seorang anak laki-laki berusia 6 tahun yang meninggal pada hari yang sama di rumah sakit Hiroshima.
Anak laki-laki tersebut meninggal setelah menderita pendarahan pada otaknya. Atas izin dari keluarga anak tadi, organ paru-paru sang anak diambil untuk kemudian dicangkokkan kepada bayi perempuan tadi. Operasi pencangkokan ini berlangsung sehari sesudah anak laki-laki tadi dinyatakan meninggal.
Peraturan di Jepang yang berlaku sejak tahun 2010 memperbolehkan organ dalam milik seseorang yang sudah meninggal diambil untuk didonasikan kepada mereka yang membutuhkan. Namun organ milik orang yang bersangkutan hanya bisa diambil jika mendapat persetujuan dari keluarga dan orang itu sendiri sebelum meninggal.
