HarianBernas.com ? Teror WannaCry tengah menggemparkan dunia. Pasalnya begitu program menyerupai virus tersebut berhasil menginfeksi suatu komputer, komputer yang bersangkutan akan terkunci dan tidak akan bisa digunakan hingga pemilik komputer mengirimkan uang tebusan berjumlah tertentu.
WannaCry dilaporkan merupakan program hasil pengembangan organisasi intelijen NSA yang kemudian dicatut dan disebarluaskan oleh kelompok peretas bernama Shadow Brokers. Melihat fenomena tersebut, Edward Snowden selaku mantan anggota NSA pun memutuskan untuk ikut angkat bicara.
?Menyusul serangan yang terjadi hari ini, Kongres harus bertanya kepada @NSAGov perihal apakah mereka tahu mengenai titik lemah piranti lunak yang digunakan di rumah-rumah sakit kita. Jika @NSAGov secara diam-diam sudah menyingkap celah yang digunakan untuk menyerang rumah sakit ketika mereka *menemukannya*, bukan saat mereka kehilangan, ini tidak akan terjadi,? kata Snowden melalui akun Twitternya.
Rumah sakit di sejumlah negara memang menjadi korban serangan WannaCry yang menyebar melalui perantara file lampiran e-mail tersebut. Dua rumah sakit di London, Inggris dilaporkan sampai harus berhenti menerima pasien akibat jaringan komputernya terjangkit WannaCry.
Para staf rumah sakit terpaksa beralih ke kertas dan alat tulis tradisional supaya bisa tetap menjalankan tugasnya di saat jaringan komputer dan teleponnya lumpuh total.
Microsoft sendiri sudah mendeteksi program yang menjadi cikal-bakal WannaCry pada awal tahun ini. Mereka pun pada bulan Maret lalu merilis patch atau aplikasi pembaruan untuk menambal celah yang dimanfaatkan oleh WannaCry tersebut.
Namun masih banyak rumah sakit yang sistem operasinya belum diperbarui sehingga mereka menjadi sasaran empuk program penyandera data ini.
