HarianBernas.com ? Hubungan rumit antara Donald Trump dengan pemerintah Rusia turut menarik perhatian Time. Majalah terkemuka asal AS tersebut dalam edisi terbarunya di hari Kamis (18/5/2017) menerbitkan lukisan Gedung Putih yang bagian kirinya berwarna merah dan dilengkapi dengan menara-menara kubah bergaya Rusia.
Terbitnya majalah Time dengan sampul unik ini tidak lepas dari relasi antara Trump dan Rusia, bahkan sebelum sosok berambut pirang tersebut menempati kursi presiden. Bocornya isi e-mail Partai Demokrat menjelang pilpres disebut-sebut menjadi salah satu penyebab mengapa Trump bisa memenangkan pilpres tahun lalu.
Partai Demokrat dan badan intelijen AS sendiri menuding kelompok peretas Rusia sebagai pelaku pembobolan dan pembocoran e-mail tersebut. Ketika Trump mulai menjabat menjadi presiden, Trump kembali membuat publik terhenyak ketika dia secara terang-terangan mengaku jika dirinya sengaja membocorkan informasi rahasia kepada Rusia.
Trump sendiri berdalih kalau pemberian informasi tersebut diperlukan untuk kerja sama dalam memerangi terorisme. Tudingan kalau Trump berpihak pada Rusia semakin kuat setelah Trump memecat Direktur FBI James Comey. Pemecatan tersebut menarik perhatian karena dia ingin memperluas ruang lingkup penyelidikan mengenai dugaan intervensi pilpres oleh kelompok peretas Rusia.
Namun hubungan Rusia dengan AS di masa Trump sendiri tidak benar-benar ?mesra? seutuhnya. Bulan April lalu, AS dan Rusia terlibat perbedaan pendapat mengenai siapa pelaku serangan gas beracun di Suriah. AS menyalahkan rezim Suriah sebagai pelaku serangan sehingga Trump langsung memerintahkan kapal-kapal perangnya untuk meluncurkan rudal ke pangkalan udara militer Suriah. Namun tindakan AS tersebut dikecam oleh Rusia selaku negara sekutu Suriah.
