HarianBernas.com ? Korea Utara menunjukkan keengganannya untuk tunduk pada tekanan negara-negara lain. Pada hari Minggu (14/5/2017) waktu setempat, negara komunis tersebut kembali melakukan uji coba misil di pantai barat negaranya.
Tidak diketahui secara jelas apa jenis misil yang diluncurkan tersebut. Namun, menurut kantor berita Yonhap yang berbasis di Korea Selatan, misil yang digunakan dalam peluncuran itu adalah misil balistik. Peluncuran misil tersebut dilakukan di kota Kusong yang terletak di sebelah barat laut ibukota Pyongyang.
Kantor berita KCNA yang juga berbasis di Korsel memberitakan kalau misil ini sempat menempuh rute sejauh 787 kilometer dan mencapai ketinggian 2.115 kilometer. Misil yang digunakan dalam peluncuran ini diperkirakan cukup besar untuk membawa hulu ledak nuklir.
Uji coba peluncuran misil tersebut sekaligus menambah panjang rentetan uji coba misil yang dilakukan oleh militer Korea Utara selama dua bulan terakhir. Dua pekan silam, Korea Utara juga melakukan peluncuran misil. Namun misil tersebut meledak hanya beberapa menit setelah diluncurkan.
Uji coba misil yang dilakukan Korea Utara ini sekaligus menjadi uji coba pertama sejak presiden baru Korea Selatan Moon Jae-In mulai menjabat. Namun tidak diketahui apakah uji coba misil ini ada kaitannya dengan pergantian kekuasaan di negara tetangga Korea Utara tersebut. Moon sendiri pernah berkata kalau dirinya bersedia datang berkunjung langsung ke Pyongyang jika situasinya memungkinkan.
Kian seringnya Korea Utara melakukan uji coba misil turut menyita perhatian negara-negara lain. Presiden AS Donald Trump sampai mengancam kalau pihaknya tidak segan-segan melakukan tindakan keras jika Korea Utara masih membandel. AS juga mensponsori pembangunan dan pemasangan perisai misil THAAD di dekat perbatasan Korea Selatan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan yang dilakukan oleh Korea Utara.
