HarianBernas.com ? Di zaman modern ini memilki Facebook sudah menjadi semacam kewajiban tak tertulis. Pasalnya, situs media sosial ini memiliki banyak fitur untuk membantu para penggunanya terhubung satu sama lain tanpa terikat oleh jarak. Facebook juga sering digunakan oleh orang-orang untuk membuat status dan menumpahkan keluh kesahnya.
Tidak jarang seseorang membuat status yang dipenuhi oleh kata-kata kasar dan menyinggung saking terbawa oleh perasaannya sendiri. Padahal, status tersebut bisa saja dibaca oleh orang lain sehingga orang lain kemudian memandang si pembuat status secara negatif.
Di Inggris, fenomena ini ternyata sedang menghinggapi dunia kerja setempat. Semakin banyak perusahaan-perusahaan setempat yang melakukan pemeriksaan pada calon pegawainya dengan cara memeriksa postingan yang pernah dibuat oleh sang pelamar. Tanpa peduli apakah status tersebut dibuat 3 atau 4 tahun yang lalu.
Pemerintah Inggris ternyata menyoroti hal ini secara serius. Perdana Menteri Theresa May mengumumkan kalau pengguna Facebook kelak bisa meminta pengelola media sosial tersebut untuk menghapus semua tulisan dan foto yang pernah diterbitkannya sebelum berusia 18 tahun. Wacana kebijakan ini diharapkan bisa membantu memudahkan seseorang mendapatkan pekerjaan tanpa dipengaruhi oleh perilaku negatifnya saat masih remaja yang notabene secara mental masih belum matang.
?Internet membawa begitu banyak peluang sekaligus beragam resiko baru yang signifikan dan berevolusi lebih cepat dibandingkan cara masyarakat menanggapinya. Langkah ini akan menjadikan Inggris sebagai tempat terbaik di dunia untuk memulai serta menjalankan bisnis digital, serta tempat teraman di dunia bagi masyarakat yang ingin aktif di dunia maya,? jelas May seperti yang dikutip oleh The Telegraph.
