HarianBernas.com ? Sikap solidaritas ditunjukkan oleh warga kota Milan dan sekitarnya terkait fenomena arus pengungsi yang belakangan ini kian sering terjadi. Sebanyak 90 ribu orang lebih mengikuti pawai yang digelar di kota Milan pada hari Sabtu (20/5/2017) waktu setempat. Pawai dengan tajuk ?Tanpa Batas? tersebut digelar sebagai wujud dukungan terhadap kaum migran dan pengungsi.
?Angin ketidaktoleranan sedang mengalahkan kita. (Kita) perlu memperkuat sistem penyambutan migran berdasarkan keikutsertaan semua komunitas dan institusi,? kata panitia penyelenggara parade ini dalam pernyataan resminya.
Walikota Giuseppe Sala juga turut ambil bagian dalam parade ini. Ia turut ditemani oleh sejumlah petinggi dan pegawai negeri kota. ?Aku ingin menjadi pembangun jembatan, bukan perbatasan. Kami tidak akan pernah berpaling ke arah lain dan tetap berlanjut sebagai kota yang mendukung,? kata Sala menjelaskan alasannya ikut ambil bagian dalam parade ini.
Sebagai negara yang berhadapan langsung dengan pantai Afrika Utara, Italia menjadi salah satu negara tujuan utama kaum pengungsi dan migran dari seberang Laut Mediterania. Tidak sedikit dari mereka yang harus tenggelam di tengah-tengah perjalanan akibat kurang layaknya kapal yang mereka gunakan.
Daily Sabah memberitakan kalau untuk tahun 2015, Italia memberikan kewarganegaraan kepada 178 ribu pengungsi. Jumlah tersebut sekaligus menjadi jumlah tertinggi di antara negara-negara Uni Eropa.
