HarianBernas.com ? Selama setahun terakhir, pemberitaan mengenai Donald Trump mendominasi media-media di seluruh dunia. Namun, fenomena tersebut ternyata tidak disukai oleh David Beasley. Direktur jenderal badan WFP yang menangani masalah pangan dunia tersebut mengecam gencarnya pemberitaan Trump kendati menurutnya ada masalah yang lebih penting dan lebih mendesak untuk diberitakan.
?Jika kau melihat ABC, CBS, NBC, Fox, CNN ? semuanya hanya soal Trump, Trump, Trump, Trump!? kecam Beasley seperti yang diberitakan oleh The Independent. Ia lantas mengeluhkan minimnya pemberitaan media mengenai bencana kelaparan di Yaman, Nigeria, Sudan Selatan, dan Somalia. ?(Ini) bukan berita palsu, ini adalah kenyataan.?
Jumlah orang yang menderita kelaparan di negara-negara tersebut diperkirakan mencapai 20 juta jiwa. Tingginya penderita kelaparan di negara-negara tadi tidak lepas dari konflik yang tengah menimpa negara-negara terkait. Tidak menentunya kondisi keamanan menyebabkan aktivitas pertanian dan perdagangan komoditas pangan tidak bisa lagi berjalan secara normal.
Beasley sendiri merupakan tokoh dari Partai Republikan AS. Sebelum Trump mulai menjabat, ada kekhawatiran kalau jumlah dana bantuan dari AS untuk WFP bakal berkurang karena pandangan negatif Trump terhadap PBB. Bulan Desember lalu, Trump pernah mengkritik PBB sebagai ?Tempat orang-orang berkumpul, berbicara, dan melakukan hal-hal menyenangkan?.
Namun, kekhawatiran tersebut sejauh ini belum terbukti. Dalam anggaran tahun ini, Kongres AS setuju untuk menyediakan dana sebesar 990 juta dollar untuk keperluan bantuan pangan. Steve Taravella selaku perwakilan WFP di Washington D.C. mengucapkan rasa terima kasihnya atas dana bantuan tersebut sambil menyatakan kalau WFP siap menyalurkan bantuan pangan ke wilayah manapun begitu mereka menerima dana bantuan yang diperlukan.
