HarianBernass.com ? Selalu ada berkah di balik bencana. Ungkapan ini cukup cocok untuk menggambarkan kondisi warga Nepal sekarang ini. Sudah dua tahun berlalu sejak gempa dahsyat mengguncang Nepal. Namun, proses pendirian kembali bangunan-bangunan yang ada di negara pegunungan tersebut masih terus berlangsung hingga sekarang.
Phulpingkot adalah satu dari sekian banyak desa di Nepal yang menderita kerusakan parah akibat gempa. Seusai gempa, hampir seluruh rumah yang ada di desa tersebut hancur atau mengalami kerusakan parah. Sementara rumah-rumah yang masih berdiri terpaksa dihancurkan karena tidak bisa lagi diperbaiki.
Bencana yang menimpa Nepal turut menarik perhatian organisasi-organisasi kemanusiaan dari berbagai negara. Mercy Relief yang berbasis di Singapura adalah salah satu organisasi yang ikut terlibat dalam proses rekonstruksi di Nepal. Alih-alih sekedar menyediakan bantuan berupa uang atau bahan bangunan kepada para korban gempa, Mercy Relief lebih memilih untuk fokus membina warga setempat supaya bisa membangun kembali rumahnya.
?Jika Anda memikirkan tentang rumah, sekolah, dan bangunan lain yang hancur, apa yang paling diperlukan sekarang adalah buruh dan tukang bangunan yang handal,? kata Zhang Tingjun selaku direkrut eksekutif Mercy Relief. ?Jadi kami lebih memilih fokus pada pemberian kemampuan dan penempaan keterampilan.?
Penempaan keterampilan yang dimaksud adalah program pelatihan di bidang konstruksi bangunan. Dengan dibantu oleh sekolah teknik partnernya, Mercy Relief merekrut 35 orang dan memberikan pelatihan selama 5 hari. Jumlah peserta pelatihan tersebut dalam perkembangannya bertambah menjadi 65 orang. Tiga puluh lima anggota awal tadi bahkan sudah direkrut oleh pemerintah daerah setempat untuk ikut terlibat dalam proyek rekonstruksi resmi.
Bharat Shrestha adalah salah seorang peserta pelatihan tersebut. Sekarang, dia tengah terlibat pembangunan sekolah di Phulpingkot. Kepada Channel News Asia, ia mengaku mendapatkan ilmu baru mengena bagaimana harusnya mendirikan kerangka bangunan supaya lebih tahan gempa. Shretha juga mengaku bahwa sekarang dirinya semakin sering menerima permintaan oleh orang-orang yang ingin rumahnya dibangun ulang.
