HarianBernas.com ? Pemandangan tidak biasa yang mungkin juga kurang pantas muncul di kota Abiriba, Nigeria selatan. Dalam video berdurasi hampir 19 menit yang beredar sejak hari Jumat (12/5/2017) dan mengambil tempat di kota tersebut, sejumlah wanita terlihat berkumpul dengan hanya mengenakan bra. Ada apa gerangan?
?Kami hanya sedang menggelar pertemuan nasional dan tiba-tiba sejumlah tentara menyerbu gedung dengan 15 mobil Hilux dan mulai mengganggu serta mengejar kami. Mereka mengambil pakaian kami, menyita kendaraan kami serta barang-barang kami sambil menembakkan senapannya ke udara,? kata salah seorang wanita dalam video kepada kepala suku Igbo di hadapannya.
Ia juga menambahkan kalau sebelum melakukan rapat di jalanan dengan hanya mengenakan bra dan bawahan, mereka menggelar rapat di dalam ruangan dengan pakaian biasa. Pertemuan tersebut diketahui sebagai pertemuan antara sesama anggota Masyarakat Pribumi Biafra (IPOB) yang pesertanya berasal dari seantero Nigeria tenggara.
Menanggapi keluhan wanita tersebut, sang kepala suku kemudian berjanji bakal memanfaatkan posisinya supaya para wanita tadi mendapatkan kembali barang-barang yang dirampasnya. Ia juga meminta supaya para anggota IPOB tidak terpancing untuk beralih ke aksi kekerasan. ?Ini adalah perjuangan yang lebih memerlukan kebijaksanaan daripada senapan. Kita tidak menginginkan Biafra yang membunuh orang,? kata sang kepala suku.
Emma Powerful selaku Sekretaris Humas IPOB merilis pernyataan kalau pihaknya mengecam tindakan oknum militer Nigeria terhadap para anggota IPOB tersebut. Ia menambahkan kalau pelaku serangan ini adalah tentara Nigeria dari barak Ohafia. Di pihak yang berseberangan, Kolonel Sagir Musa selaku Humas Divisi 82 Angkatan Bersenjata Nigeria mengaku kalau pihaknya tidak tahu apa-apa mengenai insiden ini.
Biafra adalah nama dari sebuah negara sempalan yang pernah didirikan oleh etnis Igbo di Nigeria tenggara puluhan tahun silam. Namun riwayat Biafra sebagai negara tersendiri tidak berlangsung lama setelah militer Nigeria membubarkan paksa negara sempalan tersebut pada tahun 1970. Walaupun negara Biafra sudah lama runtuh sejak hampir setengah abad yang lalu, sentimen mendukung pendirian kembali Biafra masih tetap ada hingga sekarang.
