HarianBernas.com ? Masih segar dalam ingatan kita mengenai fenomena serangan ransomware WannaCry beberapa waktu lalu. Akibat serangan ransomware ini, setidaknya 300 ribu komputer yang tersebar di seluruh dunia menjadi korbannya.
Serangan WannaCry ini juga melumpuhkan jaringan komputer yang digunakan oleh instansi-instansi seperti bank, rumah sakit, hingga perusahaan negara.
WannaCry sendiri diketahui sebagai senjata virtual yang dikembangkan oleh NSA dengan memanfaatkan celah keamanan pada sistem operasi Windows. Namun virus tersebut berhasil dicuri oleh kelompok peretas misterius yang kemudian memanfaatkannya untuk melakukan pemerasan di seluruh dunia.
Lantas pertanyaan berikutnya adalah, siapa sebenarnya identitas asli kelompok peretas tersebut?
Perusahaan pengembang antivitus Symantec memiliki pendapat yang cukup menarik mengenai identitas penyebar WannaCry. Menurut perusahaan yang berbasis di AS tersebut, WannaCry aslinya dilepaskan oleh kelompok peretas yang didukung oleh Korea Utara. Menurut penyelidikan tim ilmuwan Symantec, pihaknya menemukan kecocokan antara kode pemrograman WannaCry dengan kode pemrograman yang digunakan dalam aksi-aksi peretasan oleh Korea Utara di masa lalu.
Symantec menambahkan kalau pihaknya menemukan kesamaan antara jaringan internet yang digunakan untuk memasang versi awal WannaCry dengan jaringan yang digunakan oleh kelompok pembobol situs Sony pada tahun 2014 lalu. Pembobolan tersebut diduga kuat dilakukan oleh kelompok peretas Korea Utara karena di tahun tersebut, Sony berniat merilis film berjudul The Interview yang memparodikan Presiden Korea Utara Kim Jong Un.
Namun Vitaly Kamluk selaku direktur riset Symantec cabang Asia menambahkan kalau pendapat bahwa serangan WannaCry dilakukan oleh Korea Utara masih belum final. Pasalnya untuk ukuran serangan yang didukung oleh lembaga sebesar negara, serangan WannaCry cenderung kurang rapi dan lebih didominasi motif ekonomi. Ia juga menambahkan bahwa jika serangan WannaCry disponsori oleh Korea Utara, pola serangannya sangat mudah dicatut dan dimanfaatkan oleh sembarang kelompok peretas.
