HarianBernas.com ? Otoritas Inggris tengah dirundung kemarahan usai terjadinya insiden bom di kota Manchester. Namun bukan cuma pelaku ledakan dan pihak-pihak terkait yang menjadi sasaran kemarahan mereka. Badan keamanan AS juga turut menjadi sasaran kemarahan pihak Inggris. Ada apa gerangan?
Beredarnya foto-foto terkait insiden bom di Manchester ini menjadi penyebab utamanya. Foto-foto tersebut diketahui sebagai data milik pihak keamanan Inggris yang diberikan kepada badan keamanan AS untuk membantu proses penyelidikan. Namun entah bagaimana, foto tersebut bocor ke media-media AS.
?Kami merasa marah. Hal ini sangat tidak bisa diterima,? kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Inggris. ?Gambar-gambar yang bocor dari dalam sistem AS ini akan menyusahkan para korban, keluarganya, dan masyarakat luas.?
Menteri Dalam negeri Amber Rudd juga menumpahkan rasa frustrasinya atas beredarnya foto-foto di lokasi kejadian.
?Pihak kepolisian Inggris sudah sangat jelas ingin mengendalikan arus informasi untuk melindungi integritas operasi… (dan) elemen kejutan. Jadi adalah hal yang menjengkelkan jika (foto-foto) itu dirilis oleh sumber-sumber lain?, kata Rudd kepada BBC Radio.
Namun ketika ditanya apakah peristiwa ini mengganggu proses penyelidikan, Rudd menyanggah sambil menekankan kalau Inggris masih menganggap AS sebagai sekutu terpercayanya di bidang keamanan. Namun Rudd berharap peristiwa ini tidak terulang lagi di kemudian hari.
Insiden bom bunuh diri di Manchester terjadi pada hari Senin (22/5/2017) di tengah-tengah berlangsungnya konser musim Ariana Grande. Hingga hari Kamis, setidaknya 22 orang menjadi korban tewas. Informasi yang beredar menyatakan kalau ledakan ini dilakukan oleh pemuda kelahiran Inggris yang bernama Salman Abedi.
