HarianBernas.com – Pilpres putaran kedua Perancis sudah dilaksanakan pada hari Minggu (7/5/2017) lalu. Proses penghitungan suara juga sudah mulai dilakukan. Hasil penghitungan suara menunjukkan kalau Emmanuel Macron memimpin dengan perolehan suara lebih dari 60 persen. Unggul jauh dari pesaing tunggalnya Marine Le Pen yang raihan suaranya tidak sampai 40 persen.
Sadar kalau peluangnya untuk menjadi presiden baru Perancis sudah tertutup, Le Pen pun mengumumkan rencana jangka panjangnya seusai pilpres. Ia menyatakan kalau partai Front Nasional bakal mengalami perubahan besar. Salah satu wujud perubahan tersebut adalah digantinya nama partai.
?Marine Le Pen mengatakannya dengan jelas: Front Nasional akan berubah. Partai ini akan berubah menjadi kekuatan politik baru yang tidak akan memiliki nama yang sama,? jelas Florian Philippot, Wakil Presiden Front Nasional. Philippot juga menambahkan kalau wacana perubahan nama partai sebenarnya sempat dibicarakan pada masa kampanye.
Hal tersebut juga ditegaskan oleh Le Pen sendiri ketika berpidato di hadapan para simpatisannya di kota Paris. ?Front Nasional harus memperbarui dirinya sendiri. Oleh karena itu saya akan memulai proses tranformasi mendalam atas gerakan kita,? kata Le Pen saat memberikan pidatonya tidak lama setelah hasil penghitungan suara pilpres mulai dirilis.
Front Nasional merupakan partai berhaluan kanan jauh yang salah satu programnya adalah membawa Perancis keluar dari Uni Eropa. Pengamat politik Perancis memperkirakan bahwa perubahan ini dimaksudkan untuk membantu Front Nasional meraih kursi parlemen sebanyak mungkin. Kebetulan Perancis bakal menggelar pemilu legislatif bulan Juni mendatang.
