HarianBernas.com ? Tahun lalu, Australia ternyata pernah mengalami kasus kebocoran minyak mentah. Sebanyak 10.500 liter minyak mentah dilaporkan tumpah di perairan Australia pada bulan April hingga Mei 2016. Namun, peristiwa tersebut tidak pernah diumumkan ke publik oleh pihak regulator dan baru diketahui oleh publik belum lama ini.
Menurut pengakuan juru bicara lembaga regulator NOPSEMA kepada wartawan The Guardian, kebocoran di kilang minyak tengah laut terebut terjadi selama dua bulan nonstop. Jumlah minyak yang bocor ke laut rata-ratanya mencapai 175 liter per harinya. Peristiwa tersebut terjadi akibat adanya masalah pada katup sumur minyak dan baru ketahuan dua bulan setelah kebocoran berlangsung.
Tidak diketahui di mana lokasi persis terjadinya kebocoran ini. NOPSEMA hanya bersedia memberitahukan kalau kebocoran minyak ini terjadi di lepas pantai barat laut Australia. NOPSEMA juga enggan merilis nama perusahaan pemilik sumur minyak yang menjadi penyebab timbulnya tumpahan minyak ini.
Sikap NOPSEMA tersebut lantas dikritik oleh pakar penambangan minyak lepas pantai Andrew Hopkins. ?Mereka harus merilis nama-nama perusahaan terkait karena salah satu manfaat dari diambilnya kebijakan ini adalah dipermalukannya nama perusahaan tersebut. Perusahaan-perusahaan yang tahu kalau nama mereka bakal diumumkan dalam insiden macam ini akan menjadi lebih enggan melakukan (pelanggaran di lapangan),? papar Hopkins.
Perusahaan-perusahaan minyak yang hendak melakukan pengeboran minyak di tengah laut juga diharuskan memberikan demonstrasi keamanan mengenai bagaimana cara mereka memastikan kalau tidak akan ada kebocoran ataupun kecelakaan yang terjadi. Namun NOPSEMA juga merahasiakan hal tersebut sehingga kemampuan perusahaan minyak menjamin keamanan di fasilitasnya sendiri menjadi tidak terjamin.
