HarianBernas.com ? Moon Jae-In dipastikan menjadi presiden Korea Selatan yang baru. Sosok berhaluan liberal tersebut menjadi pemenang pilpres dengan perolehan suara lebih dari 41 persen. Kemenangan Moon sekaligus menandai berakhirnya krisis pemerintahan di Korea Selatan sejak tahun lalu akibat skandal yang menimpa presiden Park Geun Hye.
Saat berbicara di gedung parlemen usai, Moon menyatakan kalau dirinya bakal mencoba menyelesaikan masalah keamanan kawasan sesegera mungkin. Ia bahkan mengaku tidak segan-segan berkunjung langsung ke Pyongyang ? ibu kota Korea Utara ? jika memang dirasa perlu dan situasinya memungkinkan.
Masalah Korea Utara memang menjadi masalah yang kian hangat selama beberapa bulan terakhir. Pasalnya sejak permulaan tahun ini, Korea Utara semakin giat melakukan uji coba peluncuran misil ke lepas pantai. Fenomena tersebut lantas ditanggapi oleh Korea Selatan dengan memasang sistem pertahanan misil THAAD di dekat perbatasan dengan Korea Utara.
Di luar Korea Selatan, ucapan selamat mengalir dari pemimpin negara-negara sahabat Korea Selatan. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe misalnya. Pada hari Rabu (10/5/2017) waktu setempat, ia menyebut Korea Selatan sebagai salah satu negara tetangga Jepang yang paling penting. Abe juga berharap bisa meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara.
Presiden Tiongkok Xi Jinping juga turut mengucapkan selamat kepada Moon. Ia lantas mengutarakan harapannya supaya masalah sengketa THAAD bisa diselesaikan melalui sikap saling percaya dan saling mengerti. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok juga berharap agar pemerintahan Korea Selatan yang baru bisa bersikap lebih peka terhadap kekhawatiran Tiongkok di bidang militer.
Moon sendiri secara implisit menyatakan kalau dirinya kurang setuju dengan kebijakan pemasangan THAAD di wilayah Korea Selatan. Menurut Moon, keputusan pemasangan THAAD adalah wujud sikap tergesa-gesa dari pemerintahan Korea Selatan di era Park.
