HarianBernas.com ? Gelombang demonstrasi menentang pemerintah Venezuela sudah berlangsung selama hampir dua bulan berturut-turut. Bentrokan antara aparat dengan para demonstran pun kian sering terhadi. Untuk membubarkan para demonstran secara paksa, aparat Venezuela dilengkapi dengan persenjataan seperti senapan dan gas air mata.
Namun bukan cuma aparat Venezuela yang dibekali dengan senjata. Demonstran Venezuela pun juga memiliki senjatanya sendiri. Fox News memberitakan kalau para demonstran Venezuela menggunakan gelas bertutup yang diisi dengan campuran air dan tinja manusia sebagai senjatanya. ?Bom tinja? tersebut pertama kali digunakan di kota Los Teques yang letaknya beberapa mil dari ibukota Caracas.
Bom tinja tersebut digunakan dengan cara dilemparkan ke arah aparat supaya wadahnya pecah dan isinya berceceran ke mana-mana. Menurut cerita saksi mata, sejumlah personil keamanan yang menjadi korban bom tinja ini sempat terlihat muntah-muntah di tempat. Penggunaan bom tinja ini dilaporkan turut menyebar ke kota-kota besar lainnya seperti Caracas, San Cristobal, dan Merida.
Selain bom tinja, para demonstran juga dilaporkan menggunakan bom berisi cat. Ketika bom ini dilemparkan ke kaca kendaraan anti huru-hara, pengendara mobil terpaksa berhenti karena cipratan cat yang timbul menganggu pandangan mereka.
Gelombang demonstrasi yang tengah menimpa Venezuela timbul sebagai akibat dari kian langkanya barang-barang kebutuhan pokok dan kian tingginya angka kriminalitas. Selama enam pekan terakhir, setidaknya 38 orang tewas dan lebih dari 750 lainnya mengalami luka-luka akibat bentrokan antara aparat dengan demonstran.
