HarianBernas.com – Nasib tragis harus dialami oleh Fusako Petrus. Wanita berusia 86 tahun tersebut harus meregang nyawa akibat dibunuh oleh seorang pemuda asing. Kejadian tersebut terjadi di California utara ketika ia dan temannya yang berusia 61 tahun sedang berjalan-jalan di pagi hari.
Tidak ada hujan tidak ada angin, mendadak seorang pemuda yang tidak mereka kenal mencegat teman Fusako dan menyerangnya. Fusako yang melihat temannya berada dalam kesulitan lantas secara spontan menyerang pemuda tersebut dengan tongkat jalannya. Diserang oleh Fusako, pemuda tadi balik menyerang Fusako dan menganiayanya hingga tewas.
Usai membunuh Fusako, pemuda tadi lantas melarikan diri. Namun polisi berhasil menangkapnya di hari yang sama beberapa mil dari lokasi kejadian. Pemuda tersebut diketahui bernama Neven Glen Butler dan berusia 18 tahun.
Tidak diketahui apa motif Butler melakukan penyerangan kepada Fusako dan temannya. Menurut penjelasan orang-orang yang mengenalnya, Butler sempat mengenyam pendidikan di sekolah menengan Twin Rivers. Namun Butler tidak melanjutkan pendidikannya hingga tuntas karena ia tidak menunjukkan pada minat pada kegiatan belajar mengajar.
Warga di kompleks tempat Fusako tinggal beramai-ramai menaruh rumah dan karangan bunga di pekarangan rumah Fusako untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah. Selama ini para tetangga mengenal Fusuko sebagai sosok yang baik dan gemar menolong. Menurut pengakuan salah seorang tetangganya yang bernama Don Hines, Fusako sempat mengajarinya cara membuat manisan buah.
Fusako pertama kali bertemu dengan suaminya di tanah kelahirannya Jepang seusai Perang Dunia II. Ia kemudian bekerja sebagai pramuniaga di Pangkalan Udara McLellan di California hingga pensiun. Ketika suami Fusako meninggal 15 tahun lalu, para tetangga Fusako sepakat untuk saling membantu.
