HarianBernas.com – Facebook merupakan situs jejaring sosial dengan pengguna yang tersebar di dunia. Namun tahukah anda kalau situs buatan Mark Zuckerberg tersebut secara diam-diam ?memata-matai? pengguna remajanya? Media The Australian memaparkan hal tersebut dalam liputan yang bersumber dari dokumen internal Facebook.
Menurut artikel tersebut, Facebook melakukan pengamatan secara seksama terhadap para pengguna remajanya yang baru berusia 14 tahun ke atas. Dengan melihat status, komentar, dan interaksi yang mereka buat, Facebook bisa menyimpulkan apakah sang pengguna sedang berada dalam kondisi mental yang negatif.
Hasil pengamatan tersebut selanjutnya digunakan oleh para pengiklan di Facebook supaya mereka bisa mempromosikan produk-produknya di hadapan calon konsumen yang kondisi mentalnya sedang lemah dan labil.
Dokumen yang sama juga memberikan gambaran mengenai kapan dan bagaimana para remaja melakukan bermacam-macam tindakan untuk mengatasi rasa takut dan kecemasan yang sedang menimpanya.
Sebagai jejaring sosial raksasa yang jumlah penggunanya mencapai 1 milyar lebih dan masih terus bertambah, Facebook merupakan tambang uang bagi para pengiklan.
Menurut artikel yang dimuat oleh CNN, Facebook bernilai setara 350 milay dollar. Jumlah tersebut sekaligus menjadikan Facebook sebagai perusahaan keenam paling berharga di Amerika Serikat.
Facebook sendiri bertindak cepat menanggapi pemerintaan The Australian tersebut. Dalam pernyataan resminya, Facebook mengklaim kalau data yang mereka kumpulkan tetap melindungi kebijakan privasi pengguna dan tidak melanggar batasan hukum yang berlaku. Facebook menambahkan kalau pihaknya bakal melakukan investigasi terkait hal ini.
