HarianBernas.com – Di masa modern seperti sekarang ini, rasanya hampir seluruh orang pernah membuka Wikipedia. Situs ensiklopedia internasional ini bak oase di tengah padang pasir internet berkat artikel-artikelnya yang sangat beragam dan terdiri dari bermacam-macam bahasa.
Pemerintah Tiongkok ternyata tidak mau silau dengan semua kehebatan yang dimiliki oleh Wikipedia. BBC memberitakan kalau pemerintah Tiongkok berniat merilis situs Wikipedia tandingan. Situs tersebut rencananya bakal memiliki nama Encyclopaedia of China. Versi cetak ensiklopedia itu sendiri sudah diterbitkan secara berkala sejak tahun 1993.
Tidak seperti Wikipedia yang isinya bisa direvisi oleh sembarang pengguna internet. Artikel-artikel dalam situs ensiklopedia versi Tiongkok ini rencananya hanya bisa ditulis dan disunting oleh tenaga sarjana setempat.
Pemerintah Tiongkok sadar kalau Wikipedia memiliki artikel yang begitu banyak. Untuk mengatasinya, mereka pun merekrut lebih dari 20 ribu sarjana dan tenaga didik yang tersebar di institut-institut pendidikan Tiongkok untuk mengisi artikel-artikel dalam situs tandingan Wikipedia ini. Rencananya situs Encyclopaedia of China ini sudah mulai beroperasi pada tahun 2018.
Sejumlah pengamat menduga perilisan situs Encylopaedia of China ini ada kaitannya dengan upaya pemerintah Tiongkok dalam mengendalikan akses internet penduduknya. Tidak seperti situs macam Facebook yang aksesnya diblokir total oleh pemerintah Tiongkok, situs Wikipedia masih bisa diakses dari wilayah Tiongkok. Namun artikel-artikel yang bertema sensitif semisal Presiden Xi Jinping dan Dalai Lama tidak bisa diakses oleh pengguna internet di Tiongkok.
