HarianBernas.com – Kabar tidak mengenakkan tengah menimpa Newcastle United. Hanya beberapa hari setelah klub asal Inggris utara tersebut memastikan diri promosi ke Liga Primer Inggris, tempat latihan dan markas klub tersebut digrebek oleh pihak berwajib pada hari Rabu (26/4/2017) atas dugaan penyelewengan pajak.
Newcastle sendiri bukanlah satu-satunya klub yang markasnya didatangi oleh petugas dari departemen pajak HMRC. Markas klub West Ham United di London juga digrebek oleh pihak berwajib atas tuduhan serupa. Penggebrekan massal ini terjadi sebagai bagian dari investigasi terkait dugaan pelanggaran dalam aktivitas transfer yang melibatkan klub-klub Inggris dan Perancis.
?Sebanyak 180 pegawai HMRC sudah diterjunkan di seluruh Inggris dan Perancis hari ini. Para penyelidik sudah melakukan pencarian pada sejumlah tempat dan menahan sejumlah orang berikut catatan bisnis, catatan keuangan, komputer, dan telepon genggam. Otoritas Perancis turut membantu penyelidikan Inggris, sudah melakukan penahanan dan sejumlah tempat di Perancis sudah digrebek,? jelas juru bicara HMRC seperti yang dikutip oleh Sky Sports.
Belum ada penjelasan resmi dari pihak Newcastle terkait kasus ini. Namun kabar yang berhembus menyebutkan kalau Lee Charnley yang menjabat sebagai direktur manajemen Newcastle sudah ditahan oleh pihak berwajib untuk diperkisa lebih lanjut.
Di tempat terpisah, juru bicara West Ham membenarkan kalau ada penggrebekan yang dilakukan oleh pihak berwajib ke markasnya. Ia menambahkan kalau pihak klub siap bekerja sama dengan HMRC untuk membantu penyelidikan.
