HarianBernas.com – Kontroversi seputar perang narkoba Filipina seakan tidak pernah habis. Setelah kecaman dari dalam dan luar negeri bermunculan, sekarang muncul laporan baru dari badan intelijen Filipina. Laporan tersebut membahas mekanisme dan penyimpangan yang terjadi dalam perang melawan narkoba Filipina.
Menurut laporan setebal 26 halaman tersebut, orang-orang yang dibunuh oleh polisi Filipina tanpa proses peradilan bukan sekedar anggota geng narkoba yang bersenjata, tetapi juga pelaku-pelaku kejahatan kelas teri seperti pencopet, lintah darat, hingga pemabuk. Polisi Filipina dilaporkan menerima imbalan sebesar 10 ribu peso untuk setiap orang yang mereka bunuh.
Pemerintah Filipina juga dilaporkan secara sadar merekrut anggota Skuad Kematian Davao untuk keperluan ini. Semasa Duterte masih menjadi walikota Davao, ia dituduh menjalankan Skuad Kematian Davao untuk membunuh orang-orang yang tidak sejalan dengannya.
Hal lain yang cukup menarik dan disinggung dalam laporan terkait adalah adanya tudingan kalau Duterte secara diam-diam merupakan simpatisan komunis. Pasalnya sejak mulai menjabat, Duterte membebaskan sejumlah anggota kelompok pemberontak komunis dengan dalih membantu melancarkan perundingan damai.
Laporan ini sendiri dibuat berdasarkan pengakuan dari 17 polisi dan bekas polisi Filipina. Kepada wartawan Reuters, salah satu dari mereka mengaku bersedia memberikan pengakuan karena merasa tidak puas dengan cara pemerintah Filipina memberantas para pengedar narkoba. Ia mempertanyakan kenapa aparat Filipina hanya menargetkan pengedar-pengedar kecil, namun membiarkan pemasoknya tetap berkeliaran.
Orang yang sama juga menambahkan kalau aparat Filipina melakukan manipulasi dalam pemberantasan narkoba. Menurut pengakuannya, polisi Filipina sengaja membunuh pengedar narkoba yang tidak bersenjata. Lalu kemudian menaruh senjata dan narkoba di tempat kejadian perkara untuk memberikan pembenaran kalau targetnya pantas dibunuh di tempat. Selama ini pemerintah dan badan keamanan Filipina selalu berdalih kalau pembunuhan di tempat adalah hal yang perlu karena yang mereka lawan adalah penjahat bersenjata.
