JAKARTA,HarianBernas.com–Konflik di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan segera berakhir. Hal ini menyusul adanya kesepakatan Pengurus Harian DPP PPP untuk menggelar muktamar islah sebagai langkah rekonsiliasi dualisme kepengurusan PPP.
Dalam rapat yang digelar Jumat (8/1) malam, para pengurus memutuskan untuk menyelesaikan seluruh konflik dengan menerima usulan para senior partai untuk menggelar muktamar nasional.
Sekretaris Jenderal DPP PPP muktamar Bandung Romahurmuziy di Jakarta, Sabtu (9/1) mengatakan muktamar sebagai solusi yang tepat untuk menyelesaikan konflik internal salah satu dari tiga partai tertua di Indonesia itu. Karena itu, muktamar islah tersebut diharapkan bisa diikuti seluruh komponen PPP, termasuk kepengurusan DPP PPP hasil muktamar Jakarta yang diketuai Djan Faridz.
Dikatakan, hasil keputusan rapat juga menetapkan untuk diadakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang akan digelar pada Jumat (15/1) pekan depan guna membahas teknis pelaksanaan muktamar islah.
Menurut Romy, rentang waktu satu minggu sampai diadakannya Mukernas akan digunakan untuk melakukan upaya komunikasi pada kubu Djan Faridz agar menyepakati usulan Muktamar Islah. Mukernas pekan depan memungkinkan pengurus membangun komunikasi dengan semua pihak. Ia mengaku sebenarnya hari ini sudah mengundang (kubu Djan Faridz) tapi belum direspon positif. Dia berharap ada respon positif.
Rapat Pengurus Harian DPP PPP muktamar Bandung dihadiri oleh para anggota dan Mahkamah Partai, Majelis Pakar, Majelis Pertimbangan, dan Majelis Syariah. Tampak hadir juga Lukman Hakim Saifuddin selaku Wakil Ketua Umum DPP PPP muktamar Bandung dan Suharso Monorfa.
