CIREBON, HarianBernas.com ? Kampung Keluarga Berencana (KB) dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mina Waluya Bondet, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis (14/1).
“Kita gerakkan sebagai desa pertama sebagai kampung pertama kampung KB saya kira gak keliru,” kata Presiden Republik Indonesia itu, saat pidato pencanangan Kampung KB didampingi Iriana Joko Widodo dan beberapa menteri Kabinet Kerja beserta Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat.
Mengingat penduduk Indonesia yang mencapai 252 juta orang dan laju pertumbuhan yang masih sebesar 1,3 persen, membuat program KB harus segera digalakkan.
“Itu artinya apa, setiap tahunnya ada tambahan penduduk sebanyak 3 juta orang. Jadi setiap ibu memiliki anak 2-3 orang,” jelasnya.
Dengan bertambahnya penduduk yang cukup pesat ini, membuat berbagai hal juga perlu disiapkan. Seperti kebutuhan pokok dan lowongan pekerjaan agar rakyat Indonesia sejahtera.
“Oleh sebab itu kenapa KB kita galakkan lagi, karena sekarang persaingan antarnegara sangat ketat sekali, kompetisi antarnegara sangat ketat sekali. Saling bersaing untuk merebutkan ekonomi karena semua ingin rakyatnya sejahtera semuanya bersaing,” ujar Jokowi.
Apabila laju penduduk tidak bisa dikendalikan, maka masyarakat tidak akan bisa bersaing dengan masyarakat di negara lain. Sebab, beban kehidupan tinggi dan banyak pengeluaran akibat banyak anak.
Lima hingga 15 tahun mendatang, jumlah penduduk dengan umur produktif yang tinggi sedangkan yang tidak produktif, diperlukan jalan keluar untuk menghadapi itu semua.
